Tampilkan postingan dengan label Database. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Database. Tampilkan semua postingan
Primary Key (Kunci Primer)

Primary Key (Kunci Primer)

17.28 0
Primary Key adalah satu attribute atau satu set minimal attribute yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik satu kejadian specific tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity.

Setiap kunci kandidat punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entity yang ada.

Contoh :

  • No Induk, karena unik tidak mungkin ganda dan mewakili secara menyeluruh terhadap entity pegawai dan setiap pegawai selalu punya nomor induk.

  • No KTP, ini hanya dipakai bila sampai dengan pembayaran gaji pegawai ternyata nomor induk belum keluar.

CANDIDATE KEY(Kunci Kandidat/Kunci Calon)

CANDIDATE KEY(Kunci Kandidat/Kunci Calon)

17.23 0
Kunci kandidat adalah satu attribute atau satu set minimal attribute yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian specific dari entity.

Satu minimal set dari attribute menyatakan secara tak langsung dimana anda tidak dapat membuang beberapa attribute dalam set tanpa merusak kepemilikan yang unik.

Jika satu kunci kandidat berisi lebih dari satu attribute maka biasanya disebut sebagai composite key (kunci campuran/gabungan).

Contoh :

File Pegawai berisi attribute seperti :

*No Induk
*No KTP
*Nama
*Tempat Lahir
*Tanggal Lahir
*Alamat
*Kota

Kunci kandidat disini adalah :

*No Induk, karena unik tidak mungkin ganda
*No KTP, karena unik juga tidak mungkin ganda
*Nama, sering dipakai sebagai kunci pencarian namun tidak dapat dikatakan kunci karena sering seseorang punya nama yang sama.
*Nama + tempat lahir + tanggal lahir, dapat dipakai sebagai kunci
*Alamat, kota (bukan kunci).
MERANCANG MODEL KONSEPTUAL DATABASE DENGAN TEKNIK NORMALISASI

MERANCANG MODEL KONSEPTUAL DATABASE DENGAN TEKNIK NORMALISASI

22.13 0
Proses normalisai merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel – tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi . Apakah ada kesulitan pada saat menambah/insert, menghapus/delete, mengubah/update, membaca/retrieve pada satu database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan belumlah mendapat database yang optimal.

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai Normalisasi ada beberapa konsep yang harus diketahui lebih dahulu yaitu :

  • Field/Atribute Kunci

  • Kebergantungan fungsi (Functional Dependency)


Field/Atribute Kunci

Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu set field yang dapat mewakili record. Misalnya nomor pegawai merupakan kunci dari tabel pegawai suatu peusahaan, setiap pencarian cukup dengan menyebut nomor pegawai tersebut maka dapat diketahui nama, alamat, dan attribute lainnya mengenai seorang pegawai.

Kebergantungan Fungsi (Functional Dependency)

Defenisi dari functional dependence adalah :

Diberikan sebuah relasi R, attribute Y dari R adalah bergantung fungsi pada attribute X dari R jika dan hanya jika setiap nilai X dalam R mempunyai hubungan dengan tepat satu nilai Y dalam R (dalam setiap satu waktu). Pada tabel relasi Pegawai berisi attribute misalnya

  • No Induk

  • No KTP

  • Nama

  • Tempat Lahir

  • Tanggal Lahir

  • Alamat

  • Kota

Isi attribute nama bergantung secara fungsi pada no induk dan no induk menunjukkan secara fungsi nama. Jika anda mengetahui no induk pegawai, maka anda dapat menentukan nama pegawai tersebut. Notasi untuk kebergantungan fungsi ini adalah


No Induk Nama atau Nama = f(No induk)

DATABASE USER

DATABASE USER

22.11 0
Satu tujuan utama dari sistem database adalah menciptakan suasana bagaimana informasi dibaca dan data baru di simpan dalam database.
Ada 4 macam pemakai database yang berbeda keperluan dan cara aksesnya yaitu :

1.Programmer Aplikasi
Adalah professional computer yang berinteraksi dengan bahasa pemrograman Delphi, PHP, Visual basic, Foxpro dan bahasa pemrograman lainnnya. Program yang dibuat disebut program aplikasi, misalnya untuk perbankan, administrasi, akuntansi dan lain-lain. Syntax yang berbeda dengan syntax bahasa program pada umumnya.

2.Casual User (Sepintas lalu, tidak tetap)
Pemakai yang telah berpengalaman, berinteraksi dengan system tanpa menulis program, tetapi memakai bahasa query. Setiap query akan mengajukan ke query processor yang mengambil dari perintah bahasa pemrograman.

3.Naïve User
Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan system tanpa menulis program, tinggal menjalankan satu menu dan memilih proses yang telah ada atau telah dibuat oleh Programmer Aplikasi.

4.Specialized User
Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka data processing yang tradisional. Aplikasi tersebut diantaranya adalah Computer Aided Design System, Knowledge Base, Expert System, Sistem yang menyimpan data dalam bentuk data yang kompleks misalnya data grafik, data audio.
PENGGUNA  DATABASE

PENGGUNA DATABASE

22.08 0
Setelah pembahasan mengenai kegunaan database, nah sekarang kita akan membahas mengenai masalah pengguna database. Rinciannya sebagai berikut :
1. DATABASE MANAGER
Satu database manager adalah satu modul yang mnyediakan interface antara penyimpanan data low-level dalam database dengan satu aplikasi program dan query yang diajukan ke sistem.
Tugas dan tanggung jawab DATABASE MANAGER adalah :
a.Interaksi dengan manager file.
b.Integrity Enforcement (Integritas)
c.Security Enforcement (keamanan)
d.Backup dan Recovery
e.Concurency Control
Untuk paket program yang ditulis dalam PC pada saat tahun 1990 keistimewaan tersebut tidak sepenuhnya ada.

2. DATABASE ADMINISTRATOR
Orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrolan terhadap seluruh sistem baik data maupun program yang mengakses data disebut sebagai database administrator.
Fungsi database administrator adalah :
a.Mendefinisikan pola struktur database
b.Mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses
c.Mampu Memodifikasi pola dan organisasi phisik
d.Memberikan kekuasaan pada user untuk mengakses data
e.Menspesifikasikan keharusan/paksaan integritas data
KEGUNAAN DATABASE

KEGUNAAN DATABASE

19.53 0

Suatu penyusunan database digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada penyusunan data yaitu:

- Redudansi Data dan inkonsistensi data

- Kesulitan pengaksesan data

- Isolasi data untuk standarisasi

- Multiple User

- Masalah Keamanan

- Masalah Integrasi

- Masalah data independence

Redudansi Data dan inkonsistensi data

Jika file-file dan program aplikasi diciptakan oleh programmer yang berbeda pada waktu yang berselang cukup panjang, maka ada beberapa bagian data mengalami penggandaan file-file yang berbeda.

Sebagai contoh : alamat dan nomor telpon dari pelanggan kita tercatat pada file deposito juga pada file rekening Koran dan juga file nasabah. Penyimpanan dibeberapa tempat untuk data yang sama ini disebut sebagai redudansi data dan mengakibatkan pemborosan ruang penyimpanan dan juga biaya untuk mengakses jadi lebih tinggi.

Penyimpanan data yang sama berulang-ulang dibeberapa file mengakibatkan juga inkonsistensi data. Hal ini terjadi suatu ketika pelanggan tersebut pindah alamat dan nomor telponnya maka seharusnya ketiga file yang memuat data tersebut harus diubah/diupdate. Bila salah satu dari file yang mengandung data tersebut terlewat update maka terjadilah tidak konsisten.

Kesulitan pengaksesan Data

Pada suatu saat dibutuhkan untuk mencetak data siapa saja. Pelanggan yang berada di kode pos 55122 Yogyakarta, padahal belum tersedia program yang telah ditulis ubtuk mengeluarkan data tersebut. Maka kesulitan tersebut timbul, dan penyelesaian untuk itu adalah kearah DBMS yang mampu mengambil data secara langsung dengan bahasa yang familiar dan mudah digunakan (user friendly).

Isolasi Data untuk standarisasi

Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang berbeda, maka ini menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data. Oleh karena itu maka haruslah data dalam satu database dibuat satu format sehingga mudah dibuat program aplikasinya. Dapat dibayangkan betapa sulitnya membuat program aplikasi bilamana data dibuat dari format text file pascal, BASIC, C++ dan juga format dari versi lotus dan lain-lain.

Multiple User

Dalam rangka mempercepat semua daya guna system dan mendapat responsi waktu yang cepat, beberapa system mengijinkan banyak pemakai untuk mengupdate data secara simultan. Salah satu alasan mengapa database dibangun karena nantinya data tersebut digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang berbeda, di akses oleh program yang sama tapi berbeda orang dan waktu. Semua ini memungkinkan terjadi karena data yang diolah tidaklah tergantung dan menyatu dalam program tapi ia terlepas dalam kelompok data.


Masalah Keamanan(Security)

Tidak setiap pemakai system database diperbolehkan untuk mengakses semua data. Misalkan data mengenai gaji pegawai hanya boleh dibuka oleh bagian keuangan dan personalia, tidak diperkenangkan bagian gudang membaca dan mengubahnya.

Keamanan ini dapat diatur lewat program yang dibuat oleh pemrogram atau fasilitas keamanan dari operating system misalnya Linux, Windows 2003 Server serta Novell Netware untuk Local Area Network.

Masalah Integritas

Database berisi file-file yang saling berkaitan, masalah utama adalah bagaimana kaitan antara file tersebut terjadi. Meskipun kita mengetahui bahwa file A berkaitan dengan file B, namun secara teknis maka ada field kunci yang mengaitkan kedua file tersebut.

Masalah Data Independence

Pada suatu aplikasi yang kita buat dengan bahasa pemrograman BASIC misalnya, bila program telah dibuat untuk menyelesaikan masalah pembacaan data untuk file pelanggan denga field no, alamat, maka setelah program jadi dan terdapat perubahan struktur file pelanggan maka program tersebut haruslah diubah. Hal ini disebut bahwa program yang telah dibuat tidak bebas terhadap database yang ada. Berlainan dengan paket bahasa yang diciptakan DBMS, apapun yang terjadi pada struktur file, setiap kali kita hendak melihat data cukuplah dengan utility SELECT, hendak menambah data cukup dengan INSERT, ini berarti perintah-perintah dalam paket DBMS bebas terhadap database. Apapun perubahan dalam database, semua perintah akan mengalami kestabilan tanpa perlu ada yang diubah.

Namun perlu dipikirkan bagaimana bila ada syarat terhadap database yang ada, misalnya syarat pengambilan uang tabungan bank adalah harus disisakan paling minimal Rp. 150.000. Syarat ini tentu dimasukkan dalam aplikasi program yang dibangun. Namun bagaimana jika syarat tersebut telah bergeser dari syarat 150.000 menjadi 200.000 ?. Disini aplikasi program yang telah dibangun haruslah diubah dan ini menunjukkan ketidakbebasan program yang dibuat terhadap database.