Rabu, 29 Desember 2010

Indonesia Tak Juara, Desakan Nurdin Turun Makin Kuat


Jakarta - Koor tanpa komando 'Nurdin Turun' diteriakkan suporter Indonesia sepanjang laga final kedua Piala AFF. Melalui spanduk, yel-yel dan jejaring sosial, fans tak surut berupaya melengserkan sang ketua umum PSSI.

Ada satu hal yang tak berubah suporter Indonesia di sepanjang gelaran Piala AFF 2010. Lewat berbagai media, mereka tetap menyerukan agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid turun dari jabatannya.

Sejak Piala AFF tahun ini dibuka di awal Desember, tuntutan agar Nurdin mundur tak pernah berhenti disuarakan oleh suporter. Teriakan verbal, spanduk di dalam stadion, nyanyian saat timnas berlaga, suara-suara di jejaring sosial, hingga demonstrasi di depan kantor PSSI dilakukan agar misi utama mereka tercapai: Nurdin turun.

Di laga final leg 2 yang baru saja selesai dihelat pun, suara suporter masih tetap sama. Di dalam stadion GBK, beberapa spanduk yang menyerang Nurdin ditemukan. Spanduk 'Ganyang Nurdin' muncul di tribun selatan GBK. Sementara spanduk 'Revolusi PSSI' ada sektor 10, dan spanduk 'Love Timnas, Hate Nurdin' di tempat lain.

Setelah pertandingan usai, tuntutan agar Nurdin lengser makin kencang terdengar. Suporter yang menunggui bus timnas memang mengelu-elukan para pemain timnas yang hendak keluar dari stadion. Tapi mereka tak lupa dengan 'misi utamanya'.

"Nurdin turun.....Nurdin turun," teriak para suporter.

Di situs mikroblogging Twitter, suara-suara yang meminta Nurdin turun kembali terdengar. 'NURDIN TURUN' pun malam ini sempat bertengger sebagai trending topic.

Sayangnya, usaha tak kenal lelah ini masih tak mempan untuk menurunkan mantan terpidana kasus korupsi pengadaan minyak goreng tersebut dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Dalam pernyataannya seusai laga, Nurdin tetap ngotot tak mau mundur dengan alasan menghargai demokrasi. ( din / nar )

Tidak ada komentar: