Tampilkan postingan dengan label Pengumuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengumuman. Tampilkan semua postingan
Kamus HP Bahasa Indonesia - Inggris & Inggris - Indonesia

Kamus HP Bahasa Indonesia - Inggris & Inggris - Indonesia

17.22 0
Mungkin sudah banyak Kamus HP yang mampu menerjemahkan bahasa indoensia ke bahasa inggris atau sebaliknya bahasa inggris ke bahasa indonesia...., namun terkadang kamus tersebut tidak sesuai dengan jenis hap kita, hanya merek2 terkenal seperti NOKIA, SAMSUNG, atau yang lainnnya..., namun untuk jenis HP seperti NEXIAN atau sekelasnya tidak bisa di pasang atau diinstal, nah ini ada link buat mendownload secara free kamus HP yang mampu jalan di HP merek NEXIAN dan sekelasnya....
alamatnya ada di sini Kamus HP
Paul si Gurita Tutup Usia

Paul si Gurita Tutup Usia

20.30 0
FRANKFURT -- Staf Oberhausen Sea Life Center terkejut ketika menjalankan tugas rutinnya, Selasa, 26 Oktober pagi. Ketika hendak memberi makan Paul si Gurita, moluska malang itu ternyata sudah tak bernyawa. Hewan yang turut meramaikan helatan Piala Dunia 2010 dengan tebakan-tebakannya itu diperkirakan mati karena sebab alami.

"Manajemen dan juga seluruh staf Oberhausen Sea Life sangat sedih oleh kematian Paul. Dia, sebagaimana semua penghuni akuarium ini, sudah seperti keluarga bagi kami," kata Stefan Porwoll, manajer akuarium, sebagaimana dikutip Associated Press. "Sukses dia menebak pemenang laga telah membuat namanya lebih besar dari Piala Dunia itu sendiri," lanjutnya.

Menurut Porwoll, kematian Porwoll memang heboh. Tapi tidak terlalu mengejutkan. Sebab, umur moluska memang tidak panjang, hanya sekitar tiga sampai empat tahun. Usia Paul sendiri hampir tiga tahun. Dia lahir Januari 2008 lalu di Weymouth, Inggris.

"Sepertinya dia meninggal dengan tenang ketika sedang tidur. Penyebabnya murni usia yang sudah tua untuk ukuran gurita," jelas Porwoll. "Saya pikir, kehidupannya cukup menyenangkan di sini. Staf kami yang mendedikasikan diri untuk dia sudah memberikan perawatan standar tinggi," imbuh Porwoll.

Nama Paul sebagai peramal melejit setelah membukukan rekor seratus persen benar saat menebak pemenang laga yang melibatkan Jerman di fase grup. Termasuk, saat dia meramal Philipp Lahm dkk bakal bertekuk lutut kepada Serbia di laga kedua Grup D. Dua laga lainnya, melawan Australia dan Ghana, yang berakhir dengan kemenangan Die Mannschaft, sebutan Jerman, juga ditebak dengan benar.

Metode ramalan Paul cukup unik. Staf akuarium memasukkan dua jenis makanan yang berbeda di kotak kaca bening. Masing-masing kotak diberi bendera tim yang bakal berlaga. Makanan mana yang dipilih Paul bakal memenangkan pertandingan. Ini murni kebetulan karena Paul buta warna, dan jelas tidak tahu bendera negara mana yang menempel di kotak makanannya.

Selama Piala Dunia, Paul membukukan rekor seratus persen benar. Dia meramalkan Die Mannschaft kalah dari Spanyol di semifinal. Berdasarkan tebakannya, Spanyol juga bakal melaju menjadi juara.

Akibatnya, sikap publik padanya terbelah. Publik Spanyol memuji dia habis-habisan, bahkan seorang pembesar negeri itu berniat memeliharanya. Sementara publik dari negeri yang diramalkan kalah banyak yang murka. Seorang koki Argentina (yang dikalahkan Jerman di perempat final) bahkan berniat membunuh Paul dan menjadikannya makan malam.

Sebenarnya, tindakan staf akuarium yang memaksa Paul "meramal" mendapatkan kecaman dari kelompok penyayang binatang. Akuarium dianggap mengeksploitasi dia demi mendapatkan popularitas. Tak heran, setelah Piala Dunia, manajemen membebas tugaskan Paul dari profesi peramal. "Dia akan menjalankan tugas lamanya, yakni bersantai di akuarium, makan, dan menghibur anak-anak yang mengunjunginya," kata Porwoll kala itu.

Meski sudah pensiun, Paul masih mendapat order. Dia diminta memprediksikan siapa yang bakal jadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Kebetulan, bulan lalu FIFA sedang melakukan inspeksi kesiapan negara-negara peserta. Ternyata, kotak makanan yang dipilihnya adalah Inggris.

Kali ini, ramalan Paul memang belum tentu benar. Tapi, sea world Oberhausen tidak lagi mempedulikan hal itu. Mereka sudah berencana memberikan penghargaan yang cukup prestisius buat si gurita. Jasadnya akan dikremasi, lalu dikubur di kompleks sea world. (jpnn)
Pendaftaran CPNS 2010 sudah dibuka

Pendaftaran CPNS 2010 sudah dibuka

07.10 0
Penerimaan CPNS 2010 sudah dipastikan akhir tahun 2010.Beberapa kabupaten di Indonesia sudah mulai membuka lowongan Penerimaan CPNS 2010 termasuk formasinya. Ada beberapa kota yang sudah penulis rangkum diantaranya Kabupaten Banjar, Kabupaten Bone, Kabupaten Temanggung, Kota Parepare, Kabupaten Wajo, Kota Ciamis dan Boyolali.

Buat anda yang ingin mendaftar CPNS tahun ini mungkin ada baiknya sudah mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Penerimaan CPNS 2010 dijadwalkan akan dilaksanakan bulan Oktober 2010. Saat ini, masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) penerimaan CPNS. Sejauh ini belum jelas apakah pelaksanaan penerimaan CPNS 2010 dilaksanakan secara mandiri
Mau download buku BSE dari Diknas ?

Mau download buku BSE dari Diknas ?

03.31 0
Mungkin klo anda download dari kemendiknas.go.id lagi macet ? anda bisa download di alamat ini Buku Elektronik BSE Diknas...., semoga bermanfaat bagi anda semua....

Buku BSE SMA/MA

Buku Fisika
Buku Kimia
Buku Biologi
Buku Matematika
Buku Bahasa Inggris
Buku Bahasa Indonesia
Buku Geografi

Buku BSE SD
Buku Matematika SD
Buku Bahasa Indonesia SD

tobe continued ................

Dan jika anda ingin mendowloadnya lebih cepat ? anda bisa menggunakan software dan download secara gratis di Internet download Manager

Jika anda ingin mendownload Soal2 UAN thn 1986 sampai 2010 silahkan Soal UAN Matematika

Hati-hati pada dokter

Hati-hati pada dokter

22.43 0
Ceritanya begini, beberapa hari ini saya mengurusi abang saya yang sakit demam berdarah (DBD). Saya buatkan surat pengantar untuk dirawat inap di salah satu RS swasta yang terkenal cukup baik pelayanannya. Sejak masuk UGD saya temani sampai masuk ke kamar perawatan & tiap hari saya tunggui, jadi sangat saya tau perkembangan kondisinya.

Abang saya paksa dirawat inap karena trombositnya 82 ribu, agak mengkuatirkan, padahal dia menolak karena merasa diri sudah sehat, nggak demam, nggak mual, hanya merasa badannya agak lemas. Mulai di UGD sudah 'mencurigakan' , karena saya nggak menyatakan bahwa saya dokter pada petugas di RS, jadi saya bisa dengar berbagai keterangan/penjelas an & pertanyaan dari dokter & perawat yang menurut saya 'menggelikan' . Pasien pun diperiksa ulang darahnya, ini masih bisa saya terima, hasil trombositnya tetap sama, 82 ribu.

Ketika Abang akan di-EKG, dia sudah mulai 'ribut' karena Desember lalu baru tes EKG dengan treadmill dengan hasil sangat baik. Lalu saya tenangkan bahwa itu prosedur di RS. Yang buat saya heran adalah Abang harus disuntik obat Ranitidin (obat untuk penyakit lambung), padahal dia nggak sakit lambung, & nggak mengeluh perih sama sekali. Obat ini disuntikkan ketika saya ke mengantarkan sampel darah ke lab.

Oleh dokter jaga diberi resep untuk dibeli, diresepkan untuk 3 hari padahal besok paginya dokter penyakit dalam akan berkunjung & biasanya obatnya pasti ganti lagi. Belum lagi resepnya pun isinya nggak tepat untuk DBD. Jadi resep nggak saya beli. Dokter penyakit dalamnya setelah saya tanya ke teman yang praktik di RS tersebut dipilihkan yang dia rekomendasikan, katanya 'bagus & pintar', ditambah lagi dia dokter tetap di RS tersebut, jadi pagi-sore selalu ada di RS.

Malamnya via telepon dokter penyakit dalam beri instruksi periksa lab macam-macam, setelah saya lihat banyak yang 'nggak nyambung', jadi saya minta Abang untuk hanya setujui sebagian yang masih rasional.

Besoknya, saya datang agak siang, dokter penyakit dalam sudah visite & nggak komentar apapun soal pemeriksaan lab yang ditolak. Saya diminta perawat untuk menebus resep ke apotek. Saya lihat resepnya, saya langsung bingung, di resep tertulis obat Ondansetron suntik, obat mual/muntah untuk orang yang sakit kanker & menjalani kemoterapi. Padahal Abang nggak mual apalagi muntah sama sekali. Tertulis juga Ranitidin suntik, yang nggak perlu karena Abang nggak sakit lambung. Bahkan parasetamol bermerek pun diresepkan lagi padahal Abang sudah ngomong kalau dia sudah punya banyak.

Saya sampai cek di internet apa ada protokol baru penanganan DBD yang saya lewatkan atau kegunaan baru dari Ondansetron, ternyata nggak. Akhirnya saya hanya beli suplemen vitamin aja dari resep.

Pas saya serahkan obatnya ke perawat, dia tanya 'obat suntiknya mana?', saya jawab bahwa pasien nggak setuju diberi obat-obat itu. Perawatnya malah seperti menantang, akhirnya dengan terpaksa saya beritau bahwa saya dokter & saya yang merujuk pasien ke RS, Abang menolak obat-obat itu setelah tanya pada saya. Malah saya dipanggil ke nurse station & diminta tandatangani surat refusal consent (penolakan pengobatan) oleh kepala perawat.

Saya beritau saja bahwa pasien 100% sadar, jadi harus pasien yang tandatangani, itu pun setelah dijelaskan oleh dokternya langsung. Sementara dokter saat visite nggak jelaskan apapun mengenai obat-obat yang dia berikan. Saya tinggalkan kepala perawat tersebut yang 'bengong'.

Saat saya tunggu Abang, pasien di sebelah ranjangnya ternyata sakit DBD juga. Ternyata dia sudah diresepkan 5 botol antibiotik infus yang mahal & sudah 2 dipakai, padahal kondisi fisik & hasil lab nggak mendukung dia ada infeksi bakteri. Pasien tersebut ditangani oleh dokter penyakit dalam yang lain. Saat dokter penyakit dalam pasien tersebut visite, dia hanya ngomong 'sakit ya?', 'masih panas?', 'ya sudah lanjutkan saja dulu terapinya', visite nggak sampai 3 menit saya hitung.

Besoknya dokter penyakit dalam yang tangani Abang visite kembali & nggak komentar apapun soal penolakan membeli obat yang dia resepkan. Dia hanya ngomong bahwa kalau trombositnya sudah naik maka boleh pulang. Saya jadi membayangkan nggak heran Ponari dkk laris, karena dokter pun ternyata pengobatannya nggak rasional. Kasihan banyak pasien yang terpaksa diracun oleh obat-obat yang nggak diperlukan & dibuat 'miskin' untuk membeli obat-obat yang mahal tersebut. Ini belum termasuk dokter ahli yang sudah 'dibayar' cukup mahal ternyata nggak banyak menjelaskan pada pasien sementara kadang kala keluarga sengaja berkumpul & menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu dokter visite.

Abang sampai ngomong bahwa apa semua pasien harus ditunggui oleh saudaranya yang dokter supaya nggak dapat pengobatan sembarangan? Abang juga merasa bersyukur nggak jadi diberi berbagai macam obat yang nggak dia perlukan & jadi racun di tubuhnya.

Sebulan lalu pun saya pernah menunggui saudara saya yang lain yang dirawat inap di salah satu RS swasta yang katanya terbaik di salah satu kota kecil Jateng akibat sakit tifoid. Kejadian serupa terjadi pula, sangat banyak obat yang nggak rasional diresepkan oleh dokter penyakit dalamnya.

Kalau ini nggak segera dibereskan, saya nggak bisa menyalahkan masyarakat kalau mereka lebih memilih pengobatan alternatif atau berobat ke LN. Semoga bisa berguna sebagai pelajaran berharga untuk rekan-rekan semua agar berhati-hati & kritis pada pengobatan dokter.

anda bisa baca di
http://nasional.kompas.com/read/2009/03/04/16255199/kontroversi.puyer.dan.polifarmasi