Jumat, 29 Oktober 2010

Paul si Gurita Tutup Usia

FRANKFURT -- Staf Oberhausen Sea Life Center terkejut ketika menjalankan tugas rutinnya, Selasa, 26 Oktober pagi. Ketika hendak memberi makan Paul si Gurita, moluska malang itu ternyata sudah tak bernyawa. Hewan yang turut meramaikan helatan Piala Dunia 2010 dengan tebakan-tebakannya itu diperkirakan mati karena sebab alami.

"Manajemen dan juga seluruh staf Oberhausen Sea Life sangat sedih oleh kematian Paul. Dia, sebagaimana semua penghuni akuarium ini, sudah seperti keluarga bagi kami," kata Stefan Porwoll, manajer akuarium, sebagaimana dikutip Associated Press. "Sukses dia menebak pemenang laga telah membuat namanya lebih besar dari Piala Dunia itu sendiri," lanjutnya.

Menurut Porwoll, kematian Porwoll memang heboh. Tapi tidak terlalu mengejutkan. Sebab, umur moluska memang tidak panjang, hanya sekitar tiga sampai empat tahun. Usia Paul sendiri hampir tiga tahun. Dia lahir Januari 2008 lalu di Weymouth, Inggris.

"Sepertinya dia meninggal dengan tenang ketika sedang tidur. Penyebabnya murni usia yang sudah tua untuk ukuran gurita," jelas Porwoll. "Saya pikir, kehidupannya cukup menyenangkan di sini. Staf kami yang mendedikasikan diri untuk dia sudah memberikan perawatan standar tinggi," imbuh Porwoll.

Nama Paul sebagai peramal melejit setelah membukukan rekor seratus persen benar saat menebak pemenang laga yang melibatkan Jerman di fase grup. Termasuk, saat dia meramal Philipp Lahm dkk bakal bertekuk lutut kepada Serbia di laga kedua Grup D. Dua laga lainnya, melawan Australia dan Ghana, yang berakhir dengan kemenangan Die Mannschaft, sebutan Jerman, juga ditebak dengan benar.

Metode ramalan Paul cukup unik. Staf akuarium memasukkan dua jenis makanan yang berbeda di kotak kaca bening. Masing-masing kotak diberi bendera tim yang bakal berlaga. Makanan mana yang dipilih Paul bakal memenangkan pertandingan. Ini murni kebetulan karena Paul buta warna, dan jelas tidak tahu bendera negara mana yang menempel di kotak makanannya.

Selama Piala Dunia, Paul membukukan rekor seratus persen benar. Dia meramalkan Die Mannschaft kalah dari Spanyol di semifinal. Berdasarkan tebakannya, Spanyol juga bakal melaju menjadi juara.

Akibatnya, sikap publik padanya terbelah. Publik Spanyol memuji dia habis-habisan, bahkan seorang pembesar negeri itu berniat memeliharanya. Sementara publik dari negeri yang diramalkan kalah banyak yang murka. Seorang koki Argentina (yang dikalahkan Jerman di perempat final) bahkan berniat membunuh Paul dan menjadikannya makan malam.

Sebenarnya, tindakan staf akuarium yang memaksa Paul "meramal" mendapatkan kecaman dari kelompok penyayang binatang. Akuarium dianggap mengeksploitasi dia demi mendapatkan popularitas. Tak heran, setelah Piala Dunia, manajemen membebas tugaskan Paul dari profesi peramal. "Dia akan menjalankan tugas lamanya, yakni bersantai di akuarium, makan, dan menghibur anak-anak yang mengunjunginya," kata Porwoll kala itu.

Meski sudah pensiun, Paul masih mendapat order. Dia diminta memprediksikan siapa yang bakal jadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Kebetulan, bulan lalu FIFA sedang melakukan inspeksi kesiapan negara-negara peserta. Ternyata, kotak makanan yang dipilihnya adalah Inggris.

Kali ini, ramalan Paul memang belum tentu benar. Tapi, sea world Oberhausen tidak lagi mempedulikan hal itu. Mereka sudah berencana memberikan penghargaan yang cukup prestisius buat si gurita. Jasadnya akan dikremasi, lalu dikubur di kompleks sea world. (jpnn)

Tidak ada komentar: