Kamis, 21 Mei 2009

Apakah Hidup Terkadang Tidak Adil ?

Mungkin ini adalah sekelumit cerita yang bisa menjadi inspirasi maupun referensi yang bisa dijadikan bahan renungan untuk menambah kekayaan batiniah kita.

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi seorang di rumah sakit. Zul begitu biasanya dia di panggil, Dia masuk rumah sakit karena menderita sakit paru-paru akut, yang sudah dia derita sejak lima tahun terakhir. Saat kujenguk dia berada di ruang kelas III, seruangan dengan 9 orang yang sakit mirip dia. Ruangan sempit yang dipenuhi dengan orang batuk silih berganti, muntah, erangan, teriakan, tangisan, dan berbagai macam ekspresi menyayat hati lainnya.

Saat tiba disana saya melihat suaminya duduk disampingnya, tampak lelah dan pucat. Dia bilang sudah 21 hari istrinya masuk rumah sakit dan perkembangan masih buruk. Dia juga sempat mengeluarkan keluh kesahnya kepada saya dan saat mendengarnya saya merasa bahwa terkadang hidup ini memang tidak adil.

Zul ini ternyata seorang yatim sejak kecil, karena ayahnya meninggalkan keluarganya tanpa pamit. Meninggalkan Zul dan ibunya tanpa harta benda yang bisa digunakan untuk bertahan hidup. Akhirnya ibu Zul bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang sangat kecil. Tetapi itu tidak berlangsung lama, selulus SD ibunda Zul meninggal. Tinggallah Zul sendiri hidup menumpang di kediaman saudaranya yang juga kondisi ekonominya pas-pasan, sambil menjadi buruh tani dengan upah Rp 12.500 setiap ada pekerjaan, Klo tidak ada ya dia harus mencari sayur kangkung di bantaran sungai sebagai lauk untuk makan.

Saat ini Zul sudah menikah dan suaminya juga seorang buruh tani dengan pendapatan yang tidak jauh dari dia, dan tetap mereka tinggal di rumah saudaranya tersebut. Setelah memiliki seorang anak Zul divonis menderita sakit paru-paru akut dan harus keluar masuk rumah sakit. Beruntung Zul masih beroleh fasilitas pengobatan gratis, tetapi ini tidaklah cukup. Di rumah sakit memang digratiskan tetapi bagaimana perawatan dirumah ? Tidak ada makanan bergizi dan untuk mendapatkan obat gratis dia harus mengeluarkan uang extra karena rumah sakit rujukannya cukup jauh.

Sekarang dia masuk rumah sakit lagi dan setiap hari dia duduk termenung menahan sakit sambil bergumam, ”kenapa hidup ini tidak adil untukku” ?

Saya hanya bisa diam mendengar cerita suaminya, tidak tahu harus berkata apa-apa. Entah seandainya Mario Teguh bertemu dengan Zul apa dia masih bisa mengeluarka Salam Supernya ? Saat itu saya cuma bisa berdoa, berharap Tuhan mendengar keluh-kesah Zul dan memberi jalan terbaik untuk hidupnya.

Tuhan Maha Adil dan apakah Zul harus menderita dalam Keadilan Tuhan ? Tuhan tahu yang terbaik untuk Zul, semoga hidup Zul segera berubah ….

Tidak ada komentar: