Jumat, 25 Desember 2009

Sandera Dibarter dengan Sekotak Pizza

WYTHEVILLE -- Pria berkusi roda yang menyandera tiga orang di kantor pos Wytheville di Virginia, Warren ?Gator? Taylor, selama sembilan jam sejak Rabu (23/12) sore akhirnya menyerah.

Hingga kini motif penyerangan Warren yang memakai satu kaki palsu itu belum diketahui. Namun, Warren membebaskan tawanan dan menyerahkan diri setelah polisi memenuhi permintaannya mengirimkan sekotak pizza.

"Tersangka tak meminta apapun, hanya pizza," ungkap Pete Rendina dari jasa penyelidik AS seperti dilansir The Independent kemarin (24/12). Warren langsung membebaskan ketiga tawanan setelah pihak kepolisian mengirimkan makanan dan minuman di depan pintu kantor pos.

Sejurus kemudian, pria asal Tennessee itu keluar dari gedung dengan mengangkat kedua tangan sambil membawa keluar robot pengebomnya. Kemudian dia menyerahkan diri sambil merebahkan diri di jalan.

"Segera setelah itu empat orang termasuk pria berkusi roda itu meninggalkan gedung (kantor pos)," tutur Sersan Michael Conroy kepada The Independent.

Kepolisian Negara Bagian Virginia langsung mengirimkan tim SWAT dan tim penjinak bom ke tempat kejadian setelah menerima telepon dari Walt Korndoerfer. Dia adalah petugas kantor pos yang juga menjadi tawanan. Walt langsung sigap ketika mendengar tembakan dari dalam gedung.

Polisi melaporkan Taylor memasuki kantor pos pada Rabu (23/12) sore dengan membawa tas sarung hitam berbahan wol. Dia diduga turut membawa serta bahan peledak dan senjata. Beberapa tembakan sempat terdengar dari dalam gedung. Namun, tak ada korban yang terluka.

"Pengepungan bermula ketika Taylor menembakkan pistol," ujar Keith Dunagan, kepala polisi daerah Wythe County kepada Daily Mail kemarin (24/12).

Petugas keamanan sempat melaporkan kepada perusahaan Wytheville bahwa tersangka terlihat membawa plastik seberat lima pon yang diduga berisi bahan peledak terikat di dadanya. Meskipun pada akhirnya polisi melaporkan tak menemukan bahan peledak apapun. (jpnn)

Tidak ada komentar: