Rabu, 09 Desember 2009

Sudah Lama Meninggal Lolos CPNS

RANTAU -- Tenaga honorer di Pemkab Labuhanbatu, Sumut, bernama Umar Said, sudah meninggal dunia dua tahun lalu. Namun, Umar yang selama bertugas di sekretariat dewan sebagai ajudan Ketua DPRD Labuhanbatu Abdul Roni Haharap itu, dinyatakan lolos CPNS dari jalur honorer.

Pengumuman lolosnya Umar tertera dalam pengumuman hasil seleksi CPNS, yang diumumkan bersamaan dengan pengumuman CPNS jalur umum tahun 2009.

Sekdakab Labuhanbatu Hasban Ritonga nampak cukup terkejut ketika dikonfirmasi terkait munculnya nama honorer yang sudah lama meninggal tapi diumumkan lulus pengangkatan honor menjadi CPNS. "Apa mungkin dia (almarhum) nggak dilaporkan orang itu (BKD) ke Jakarta . Saya cek la dulu ya," ujar Hasban Ritonga.

Rasa kaget juga tersirat dari raut muka Sekretaris DPRD Labuhanbatu, Fuad Siregar. Dia juga tahu bahwa Umar Said telah meninggal beberapa tahun lalu. "Memang seingat saya sudah meninggal itu. Saya kira sudah selesai itu. Apa muncul lagi namanya?" ucapnya. Dia mengaku tidak pernah mengusulkan Umar sebagai CPNS dari jalur honorer.

Lolosnya Umar yang jasadnya sudah terkubur selama dua tahun itu mulanya diketahui salah seorang bekas rekan Umar, yang juga honorer di Sekretariat DPRD Labuhanbatu. Bekas kawan Umar itu ikut melihat pengumuman yang ditempelkan di lingkungan pemkab. Dia langsung terkejut ketika melihat nama rekannya yang sudah meninggal sekitar 2 tahun lalu lulus.

Si kawan ini juga tahu persis, Umar dulu meninggal lantaran terserang liver. "Inikan sudah meninggal dua tahun lalu karena sakit lever. Koq bisa ikut diluluskan dalam pengumuman ini ya. Apa nggak di verifikasi datanya sama BKD," kata honorer yang enggan menyebut namanya itu.

Setelah itu, pria itu mengeluarkan kalimat yang bernada menyesalkan proses pengusulan CPNS oleh pemkab. Dia menyayangkan, lantaran masih banyak warga yang masih hidup menginginkan menjadi CPNS.

"Ada-ada saja menejemen Pemkab Labuhanbatu ini. Bobrok kali administrasi mereka. Masa yang sudah meninggalkan pun masih juga muncul namanya dalam pengumuman pengangkatan honor menjadi CPNS," kata pegawai honor itu.

Para pelamar lain juga mengaku kecewa dengan sikap pemkab Labuhanbatu yang tidak mengumumkan lulus CPNS di media massa. Pemkab hanya mengumumkan lewat kertas yang ditempel di dinding kantor BKD Labuhanbatu.

Akibatnya ratusan pelamar menumpuk memplototi dinding BKD untuk mencari tahu nama-nama yang lulus atau tidak. "Macam mananya BKD ini. Masa tidak diumumkan di koran. Ginikan repot saling dorong jadinya. Sudah lah tulisannya yang kecil-kecil," celetuk Abdul salah seorang yang turut melihat pengumuman itu..

Sementara, Kepala BKD Labuhanbatu Nasrulloh mengaku, pengumuman cukup dengan menempelkan daftar yang lolos di papan pengumuman di dinding BKD Labuhanbatu. Tidak perlu mengumumkan lewat koran. (JPNN)

Tidak ada komentar: