Rabu, 11 Maret 2009

AS, Negeri Pengangguran

Negara AS akan menjadi negara pengangguran. Survei yang dilakukan Bloomberg News menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di AS untuk tahun ini mencapai 9,4 persen dan dipekirakan masih akan tetap tinggi sampai tahun 2011.

Angka pengangguran itu melebihi perkiraan sebelumnya yang hanya memperhitungkan bahwa tingkat pengangguran tahun ini hanya 8,8 persen. Angka pengangguran, menurut survei Bloomberg yang dilakukan pada tanggal 2-9 Maret kemarin, akan berada di atas 8 persen selama dua tahun kedepan. Sementara Gedung Putih memproyeksikan angka pengagguran di AS akan menurun menjadi 7,9 persen tahuan depan.

Dengan tingkat pengangguran yang tinggi, para analis mengatakan bahwa program stimulus ekonomi sebesar 787 milyar dollar yang diluncurkan pemerintahan Barack Obama terbukti tidak efektif untuk mengurangi jumlah pengangguran di Negeri Paman Sam itu.

Sejak dilanda krisis ekonomi, AS menghadapi persoalan baru berupa angka pengangguran yang terus melonjak. Sejak bulan Desember, jumlah pengangguran di AS mencapai 4,4 juta orang. Bulan Februari, pemutusan hubungan kerja di AS mencapai angka tertinggi sejak tahun 1983, yaitu sekitar 651.000 orang yang kehilangan pekerjaannya.

Ekonom dan pimpinan di Amerika Securities-Merril Lynch di New York, David Rosenberg bahkan memperkirakan angka pengangguran sampai akhir tahun 2009 bisa mencapai 10 persen. Dengan bertambahnya jumlah pengangguran itu artinya makin banyak warga AS yang tidak mampu untuk melakukan pembayaran cicilan dan hipotiknya yang akan berdampak pada lesunya perekonomian AS.

Survei Bloomberg juga menyebutkan bahwa perekomonian akan menurun sebesar 2,5 persen tahun ini dan hanya akan menggeliat sebesar 1,8 persen tahun depan. Angka itu lebih rendah dari estimasi yang dilakukan bulan Februari kemarin. (ln/prtv)

Tidak ada komentar: