Senin, 23 Maret 2009

Ujian Ketiga: Disangka Sakit Jiwa

ABers tahu... saya melakukan satu kesalahan fatal waktu itu!
Saat saya belum berpenghasilan, saya memutuskan untuk berhenti total mengajar,
dan fokus pada IM! Saya memang memiliki cukup banyak tabungan, tapi saya belum tahu
kapan saya berhasil, karena masih belajar!

Karena INTERNET MARKETING, uang yang saya kumpulkan dari hasil mengajar habis semua!
Tidak main-main, uang saya habis ratusan juta saat belajar Internet Marketing.
Dan itu saya keluarkan sebelum saya menghasilkan $8 pertama!

Biarlah uang tabungan saya habis, saya akhirnya dibilangin ‘sakit jiwa’ oleh kawan karena mereka tahu saya mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sesuatu yang –saat itu—Internet Marketing masih dianggap “aneh” atau “scam” apapun itu yang jelek-jelek di Indonesia. DAN saya meninggalkan pekerjaan ‘enak’ saya demi itu semua!

Tidak ada yang mau mendengar keyakinan saya. Tidak ada yang paham mimpi-mimpi saya. Saya malah dikatain “anak durhaka”. Katanya saya sudah tersesat, pikiran saya sudah ‘gelap’,
saya tidak mau mendengarkan nasehat orang lain, termasuk orang tua. Akhirnya saya dibawa ke sebuah rumah sakit, saya dipaksa untuk ketemu PSIKIATER karena saya disangka memiliki gangguan jiwa! Orang tua saya khawatir mimpi saya kayaknya ‘terlalu kenceng’ jadi gila.  Laughing (tertawa)

Saya benar-benar tidak kuasa, kecuali nurut saja sama mereka, kalau saya disangkanya gila sampai dibawa ke psikiater! Tapi ada kejadian lucu waktu itu, saya bilang kepada orang tua saya untuk menunggu saja di luar, biar saya ‘curhat’ sendiri masalah saya pada sang Psikiater.
2 jam lebih saya berbicara, orang tua saya menunggu di luar merasa khawatir karena saya
di dalam begitu lama, mungkin mereka berpikir pastilah ini si Ahira gangguan jiwanya parah..

Nah, padahal, waktu saya di dalam itu asyik bercerita tentang mimpi-mimpi saya, dan si dokter malah tertarik dan banyak bertanya balik kepada saya tentang AFFILIATE MARKETING.
Dan jadi sebenarnya, selama 2 jam lebih itu bukan saya yang konsultasi sama si dokter,
tapi si dokter konsultasi internet marketing dengan saya. Saat saya keluar ruangan, si dokter dengan matanya berbinar-binar, dia langsung jabat tangan kedua orang tua saya dan bilang “Luar biasa, anak Anda ini pintar sekali, saya ingin belajar lebih banyak dari dia”, dan si
dokter itu juga bilang kepada saya “Ahira, nanti kita telpon-telponan ya!” Melihat itu semua, orang tua saya tambah bingung... mungkin dalam benaknya dia ingin bertanya... “Jadi dok, anak saya tidak GILA?”... Ato karena saking gilanya anak saya tiba-tiba bisa menghipnotis orang, dan
dokter juga skrg jadi ikut gila?? LoL... Anyway, di atas adalah beberapa kejadian dari sekian banyak tantangan yang saya hadapi, meski beberapa yang saya ceritakan kelihatannya ‘lucu’, tapi waktu saya menjalaninya saat itu, benar-benar terasa berat dan menyakitkan.

Tidak ada komentar: