Senin, 23 Maret 2009

Ujian Kedua: Disangka Pelacur!

Saya diusir oleh Ibu Kos, karena disangka jadi seorang pelacur. Sebelum diusir saya bahkan sempat dimaki-maki dulu! Bagaimana saya bisa disangka pelacur? Saya sering pulang tengah malam atau pagi dan diantar oleh cowok yang berbeda-beda (padahal mereka itu sebenarnya pegawai warnet yang berbaik hati mau mengantar saya ke tempat kos karena sudah terlalu larut malam). Tanpa banyak bicara saya pun besoknya ke luar dari tempat kos itu! Setiap orang
(mahasiwa dan karyawan) yang ada di tempat kos itu memandang ‘rendah’ kepada saya, dan
saya biarkan mereka memandang begitu adanya. Saya memang jarang bergaul karena kesibukan saya. Dan saya tidak ada waktu untuk menerangkan ‘internet marketing’ kepada
mereka. So, jadi biarlah mereka berpikir seperti itu, yang penting tuhan tahu saya tidak seperti itu! Saat diusir saya tidak pulang ke rumah orang tua, karena tahu nanti mereka akan menjejali
saya dengan banyak pertanyaan, apalagi saya sudah dituduh pake narkoba! Sekarang saya
disangka pelacur pula.. wah bisa berabe deh... So, saya cari-cari tempat kos...

Cukup aneh juga waktu itu, rasanya dunia sedang tidak bersahabat dengan saya, udah difitnah, diusir dan di maki-maki, udah gitu kok hari itu susah lagi cari tempat yang kosong yang biasanya banyak! Tapi alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan satu (itu juga dapat maksa!).
Saya dapat tempat kos asli di pinggir selokan! Saya pikir tidak apalah, yang penting dekat
ke tempat mengajar dan ke tempat warnet di mana saya belajar IM di sana.

Tidak ada komentar: