Selasa, 20 Desember 2011

Pembantaian Mesuji

Pembataian Mesuji yang sadis telah terjadi beberapa tahun lalu namun beritanya merebak sekitar sebulan ini. Malaysia dan Indonesia adalah negara yang kebanyakan Muslim dan video ini adalah kasus petani Muslim, tetapi agama tidak ada hubungannya dengan pembantaian ini. Kali ini adalah semua tentang uang.
Perusahaan perkebunan Malaysia yang beroperasi di bawah nama PT Silva Inhutani (beberapa media menyebutnya sebagai PT Pilva Inhutani-tidak yakin mana benar) telah dihubungkan dengan pembantaian orangutan yang terancam punah di Kalimantan. Ada banyak uang pada investasi kelapa sawit dan beberapa binatang yang tersisa sehingga pemilik perusahaan diduga memerintahkan pembantaian binatang tersebut. Keuntungan yang dihasilkan PT Silva Inhutani digunakan untuk menyuap para pejabat.
pembantaian mesuji
pembantaian mesuji
Dengan keserakahannya dan ingin menguasai semuanya maka mereka menyingkirkan semua penghalang karena pemilik PT Silva Inhutani menjadi sadar bahwa tanah subur di Mesuji Ogan Ilir Komiring dan Sodong, Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Indonesia sangat bagus untuk menghasilkan dollar yang sangat banyak. Masalahnya adalah, tanah milik suku asli orang-orang yang telah dibudidayakan di atasnya selama beberapa generasi. Para petani didekati dan diberitahu untuk  keluar perkebunan, tetapi para petani menolak mengatakan bahwa mereka ingin mempertahankan tradisi dari nenek moyang mereka dan menjalani gaya hidup tradisional sama orang-orang mereka tinggal selama berabad-abad, termasuk tempat tinggal di mana mereka berada.
PT Silva Inhutani menjawab dengan mempekerjakan kelompok bersenjata sipil Indonesia yang disebut Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (PAM Swakarsa) dan memerintahkan pembantaian para petani. Setelah semuanya terjadi , tidak ada yang perduli akan nasib petani yang tidak peduli tentang dunia modern dan hidup tradisional-primitif.
Pada tahun 2003, PAM Swakarsa menyerang Mesuji petani dan melakukan pembantaian oleh 30 orang. Setelah ditembak mati, banyak dipenggal dan dimutilasi. Pejabat di Lampung, termasuk polisi yang disuap namun tidak ada penyelidikan terhadap apa yang dilakukan oleh aparat dan hilangnya 30 petani tersebut serta  PT Silva Inhutani bebas untuk memulai bisnis karet dan kelapa sawit ini dalam skala besar.
Setelah serangkaian keluhan kepada Dewan Perwakilan di Senayan, media memaksa beberapa politisi untuk memperhatikan pembantaian dan sementara pelaku jauh dari penuntutan (tak seorang pun tahu yang sebenarnya di balik PT Silva Inhutani), setidaknya ada beberapa tekanan dari beberapa pejabat sekarang. 8 tahun setelah pembantaian, namun penduduk desa merasa tidak diperlakukan adil dan tanah mereka masih bebas digunakan oleh perusahaan yang telah membantai temannya 30 orang tersebut.
Polisi Lampung  terus menyangkal bahwa pembantaian tersebut terjadi, mengklaim bahwa video yang bocor di internet adalah  beberapa insiden lain.
Kemarin pada tanggal 16 Desember 2011- Neta S. panel, Ketua Indonesian Police Watch menyatakan bahwa pemerintah harus menyelidiki tuduhan dan membawa PT Silva Inhutani ke pengadilan jika telah ditemukan telah melanggar hukum Indonesia. Presiden Republik Indonesia menjawab dengan memerintahkan Kapolri Timur Pradopo dan Menteri Keamanan Djoko Suyanto untuk melakukan penyelidikan terhadap pembantaian Mesuji.

Tidak ada komentar: