Jumat, 18 April 2008

Berteman Harus yang Tulus

Salah satu hal paling berpengaruh saat masa remaja adalah hubungan dengan teman-teman segeng. Suka dan duka pastinya dilalui bersama.

Namun tak jarang pula hubungan pertemanan menjadi salah satu sumber prahara yang mewarnai lika-liku masa remaja.

Seperti tema kita kali ini, tentang seseorang yang suka "ngobjekin" teman sendiri. Maksudnya, ada anak yang suka banget manfaatin temannya, pokoknya doi gak pernah mau rugi lah. Segala sesuatunya selalu dibebankan pada sohib sendiri. Cape deh!

Karakter teman seperti itu pernah menjadi bagian dari hidup Syasha, salah seorang penghuni kelas 1 Pariwisata SMK 8 Makassar. Gara-gara seorang anak yang menuruti egonya dan hanya mau pilih-pilih dalam berteman, akhirnya keharmonisan antar anggota geng pun menjadi rusak.

"Tapi masalah itu saya rasakan saat masih SMP dan untungnya meskipun mungkin saya paling apa adanya, dibanding yang lain, tapi di SMK 8 saya rasa anaknya baik-baik dan nyaman sekolah di sini," ujar Syasha.

Menurut Syasha, teman yang baik adalah seseorang yang bisa diajak senang maupun susah. "Pokoknya saling mengerti keadaan temannya dan yang penting tidak membeda-bedakan yang kaya dengan miskin," katanya kepada KeKeR.

Berbeda dengan Feby, siswi SMP Ujung Pandang ini merasa nyaman dengan pergaulannya saat ini. Soal teman yang suka memanfaatkan yang lainnya, tak pernah dirasakan siswi kelas 2 A ini.

"Menurut saya, berteman itu intinya adalah saling berbagi, saling pengertian, bisa menjadi tempat curhat dan apa adanya," kata Feby. "Tapi sejauh ini kayaknya teman-teman saya baik semua, ya saya sih berusaha positif thinking aja," tambahnya.

Feby juga mengungkapkan, jika ada teman yang suka manfaatin, mestinya ditanya baik-baik. "Harusnya kalau memang butuh bilang saja, sebagai sahabat yang baik gak mungkin kan kita gak berusaha membantunya. Yang jelas saling menutupi kekurangan satu sama lain. Intinya berteman itu harus yang tulus," ungkap Feby. (rek3)

Tidak ada komentar: