Minggu, 20 April 2008

Cermin Kesabaran

Saya seorang pegawai negeri yang kebetulan dipercayakan menjadi seorang guru, dalam segi materi kehidupan saya merasa sudah cukup meskipun belum bisa digolongkan berlebih, namun begitu saya melakukan pekerjaan sambilan sebagai seorang tenaga IT, dalam hal ini kadang-kadang dilakukan kalo ada proyek dari teman atau kenalan.

Terkadang dalam mengurus pekerjaan sambilan inilah saya melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan proyek, namun kadang gagal, nah pada saat saya gagal ini terkadang muncul dalam hati saya memprotes kepada Tuhan, kok begini Tuhan ? aku sudah melakukan perintahMu dan menjauhi segala LaranganMu, melakukan ikhtiar semampu saya, kok hasilnya begini ? Mengapa ada hambaMu yang tidak melakukan perintahMu dan melanggar laranganMu kok engkau memberikannya rezeki sebanyak-banyaknya ? mana keadilanMu Tuhan ?

Namun saya merasa beruntung karena mempunyai teman yang mempunyai kesabaran yang lebih baik dari saya. Teman saya ini juga sarjana namun dewi fortuna belum berpihak padanya, dia lebih tua dari saya beberapa tahun, dia pernah kerja di Arab, tapi setelah pulang dari Arab inilah pekerjaannya di Indonesia tidak menentu, pernah juga kerja di Jakarta sebagai tenaga pengajar yang gajinya pas-pasan, akhirnya karena seperti itu dia kembali ke kampung, di kampung sendiri otomatis menganggur. Baru beberapa hari ini di tidak ikut ujian PNS karena berkasnya katanya terlambat, mau jadi karyawan swasta umur sudah diatas tenaga fresh graduated, dimana-mana mendaftar nggak keterima, kepala udah beruban namun belum bisa beristri karena saya rasa faktor ekonomilah penyebabnya, padahal orangnya adalah orang yang taat beribadah dan tidak pernah neko-neko, namun saya tidak pernah mendengarkan keluh kesah yang keluar dari mulutnya, nah dari situ saya sering berpikir kok saya ndak pernah bersyukur yah ? kok kurang sabar yah ? apalagi yang kuang dari saya ? yah Tuhan ampunilah hambamu ini yang sering berpikir bahwa engkau tidak adil, Akhirnya saya merasakan bahwa teman saya itu merupakan sebuah cermin kesabaran yang seharusnya saya sering bercermin kepada dia, Ya allah berikanlah hati ini kesabaran yang lebih lagi untuk menghadapi duniaMu ini, dan mudah-mudahan saya tergolong dari orang-orang yang engkau ridhai masuk surgaMu. Amin….

Tidak ada komentar: