Rabu, 08 Oktober 2008

FENOMENA CALON ANGGOTA LEGISLATIF

Pemilu 2009 sudah diambang pintu, sudah ada sekitar 40 partai yang sudah siap bertarung di kancah pemilu kita nanti. Dahulu untuk setiap kursi dihargai sekitar 15.000 suara, namun karena banyaknya partai maka sekarang satu kursi dihargai dengan 2500 suara saja. Sekarang banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi anggota legislatif. Para calon legislatif berlomba mempromosikan dirinya dengan cara banyak melakukan silaturahmi dengan memanfaatkan hari raya idul fitri, memasang gambar di mana-mana mulai dari yang kecil sampai dengan yang terbesar, dan dengan menuliskan janji-janji yang muluk-muluk. Dari sini bisa kita lihat bahwa, calon anggota legislatif sekarang terkesan sangat ingin menjadi anggota legislatif dengan mengeluarkan dana yang besar untuk promosi. Jika dilihat dari cara2 calon anggota legislatif inii mempromosikan diri bisa diduga bahwa jika mereka terpilih maka mereka akan mengembalikan modal dahulu baru kemudian memikirkan nasib rakyat itupun kalo sempat sebelum masa jabatannya selesai. Nah sebagai masyarakat biasa apakah kita tidak berpikir bahwa cuma anggota legislatif ini saja yang kenyang dengan gaji yang sangat besar perbulannya, menghambur-hamburkan uang rakyat hanya untuk kepentingan probadi, sudah lebih dari 40 tahun kita dibohongi terus menerus, saya berpikir sebaiknya lebih baik golput, ataupun harus memilih maka lebih baik memilih anggota legislatif yang terkesan tidak terlalu menginginkan menjadi anggota legislatif, ada pepatah mengatakan “Dan janganlah engaku memberikan sebuah jabatan terhadap orang yang sangat menginginkannya karena mereka mempunyai niat lain yang dapat menghancurkan, dan jangan memberikan jabatan kepada orang yang tidak menginginkan jabatan tersebut karena dia tidak akan menjalankan jabatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Wahai masyarakat berpikirlah sebelum bertindak, apakah kita akan memberikan suara kita terhadap seseorang dengan sogokan uang Rp 50.000 saja, sekilo beras, sekilo gula, seliter minyak goreng dan sedus Indomei ? kepada calon legislatif jika menjadi legislatif menikmati ratusan juta bahkan milyaran rupiah ? apakah anda mau rugi ? pikir baik-baiklah sebelum memilih.

Tidak ada komentar: