Rabu, 08 Oktober 2008

SANDIWARA PEMERINTAH,DPR DAN MASYARAKAT INDONESIA

Akhir-akhir ini kita melihat pergolakan demi pergolakan terjadi di Negara kita tercinta Indonesia. Hampir setiap hari kita menyaksikan demo di media televisi, internet radio dan lain-lain. Hal ini terjadi karena masyarakat merasa sudah mulai terhimpit oleh beban ekonomi yang cukup berat. Pemerintah dengan kekuasaaanya menaikkan harga BBM sehingga terimbas akan kenaikan harga-harga yang lain.
Di tengah kesulitan yang terjadi justru badan eksekutif dan legislative seakan tidak terpengaruh. Semisalnya anggota DPR sepertinya tidak terpengaruh dengan hal kenaikan harga ini, bagaimana tidak gaji dan tunjangan yang didapat selaku anggota DPR sangat memadai (makanya banyak orang berebutan untuk berbuat partai baru atau berusaha masuk dalam jajaran atas pada partai besar Golkar, Demokrat, PPP, PAN PDIP dan lain-lainnya), akan tetapi kinerja DPR seakan tidak sejalan dengan beban tugas yang harus di pikul. Dari banyaknya masalah yang terjadi terkesan DPR hanya melakukan manuver politik untuk keselamatan partai-partai kroninya tanpa memikirkan nasib rakyat kecil.
Adanya kontrak politik sebelum pemilu membuat badan Eksekutif dalam hal ini pemerintah tidak bias berbuat banyak. Jika hal ini terjadi dengan cara terus menerus saya khawatir sistem Indonesia akan kacau balau. Sandiwara demi sandiwara terjadi dikalangan politikus kelas atas, sepertinya mereka melaksanakan tugas padahal hanya melaksanakan sandiwara, terbukti kasus dana BLBI yang mana permainan Kejaksaan Agung dengan tersangka Artalyta yang melalui pembicaraan media HP. Terbukti bahwa penangkapan Artalyta merupakan sandiwara. Sudah jelas bahwa itu sandiwara dan harus ditindak akan tetapi Jaksa Agung belum berani bertindak dan melindungi dirinya dengan berdalih bahwa belum cukup bukti untuk penangkapan jaksa nakal tersebut.
Selain peristiwa diatas masyarakat juga tidak ambil pusing(mungkin mereka sudah tidak mau pusing akan hal tersebut karena protes ataupun tidak protes pemerintah tidak bergeming sedikitpun dengan sandiwaranya). Sehingga masyarakat pun menggunakan kesempatan untuk berbuat curang juga, karena mungkin pendapat mereka bahwa sudah tidak ada jalan lain lagi, lembaga yang seharusnya di percaya justru ingkar jadi yang penting bagaimana kesempatan didapat meskipun itu merugikan orang banyak atau masyarakat Indonesia sendiri. misalnya adanya pengusaha yang menyelundupkan BBM ke luar negeri ataupun adanya korupsi dalam pembagian beras ke masyarakat sendiri. Hal tersebut menunjukkan betapa bobroknya Indonesia, mulai dari pejabatnya, DPRnya sampai pada masyarakatnya sendiri melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Jadi sebenarnya yang harus diperbaiki adalah semuanya mulai dari pemerintahnya sampai masyarakatnya sendiri, bahkan ada teman berkata “ Sebaiknya jatuhkan saja BOM Atom di Indonesia supaya masyarakat sekarang musnah, dan lahirlah generasi baru yang tidak mempunyai atau tidak terkontaminasi dengan generasi sebelumnya”. Ini mungkin hal harus dilakukan kali yeeee….., namun saya berdoa semoga Pemerintah dan masyarakat semuanya bisa sadar agar hal terburuk tidak usah terjadi”.

Tidak ada komentar: