Minggu, 30 Oktober 2011

Eksistensi Jomblo di Era Modern

Jomblo adalah satu kata yang mungkin banyak orang akan  berbeda-beda dalam mengartikannya, ada yang menganggap sebagai idealisme ada yang menganggap sebagai musibah ada juga yang menganggapnya sebagai pilihan. Ketika ditanya kenapa memilih jomblo banyak yang dengan sok yes menjawab "karena belum nemu yang sesuai dengan kriteria gue" pada hal dalam lubuk hati yang paling dalam dia teriak-teriak sembari menangis darah kenapa seumur-umur gak ada yang mau sama Dia. Jomblo di era modern mungkin banyak yang mengganggap sebagai sesuatu yang ketinggalan jaman istilah "Hari gini masih jomblo" sudah mendarah daging di pikiran para remaja, bagai mana tidak jika kita ceramati mulai anak SD, SMP, SMA dan anak kuliahanpun rata-rata sudah memasang status hubungan mereka di fb dengan "in relationship, engaged, hingga married to". Tetapi walau jaman sudah modern masih saja ada yang bangga akan status jomblo yang dimilikinya, mungkin itu juga yang saya rasakan, umur hampir 20 tahun, kuliahpun sudah menginjak semester 5 kenapa belum juga ada yang memanggil dengan sebutan "ayang" "bebeb" "sai" "pipi" "sapi," "kebo" whateverlah. Di satu sisi saya merasa bebas dengan status jomblo tapi disini lain terkadang dalam hati ini terasa hampa dan  butuh belai lembut seorang perempuan. Bagi saya pribadi jomblo bukanlah takdir atau musibah tapi jomblo adalah suatu pilihan. jomblo adalah pilihan hidup yang harus saya pilih karena 3 alasan :

limited financial
Ada istilah bahwa tidak semua yang ada di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Tapi saya pribadi tidak sependapat dengan hal itu, karena untuk mendapatkan sesuatu didunia ini butuh yang namanya uang tidak ada yang namanya gratis dan itu adalah faktanya buang airpun juga harus bayar. Begitu juga dalam hal cinta jika ada istilah cinta tidak bisa diukur dari materi itu bohong, pada realita nya ketika kita pacaran pun harus mengeluarkan uang, untuk pergi nonton butuh uang, untuk pergi makan bareng sama si Dia pasti butuh uang, untuk mengajak pergi sama si Dia juga butuh uang untuk membeli bensin,  gengsi donk jika setiap ngedate harus si cewek yang keluar uang mau ditaruh dimana harga diri kita. Uang dan cinta adalah 2 hal yang tidak bisa dilepaskan keduanya menjadi satu bagian yang terintegrasi. inilah yang menjadi alasan kenapa jomblo adalah pilihan, kondisi financial yang pas-pasan, uangpun hanya cukup untuk makan sendiri  menjadi pertimbangan tersendiri untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. dan ini bukanlah berarti bahwa saya adalah seorang matrealistis tetapi ini adalah pemikiran yang mencoba untuk realistis dengan keadaan.

NOT CONFIDENT
Kurangnya rasa percaya diri menjadi permasalahan psikologis yang dialami kebanyakan para pria jomblo termasuk saya, Rasa minder dihadapan lawan jenis selalu saja datang apalagi dengan yang kita sukai. Hanya bisa memandang tanpa berani menegur sapa adalah suatu kebahagiaan tersendiri. "apakah si dia mau sama saya" "apakah saya pantas sama dia" adalah kalimat yang selalu terucap kerap kali berniat untuk mendekati si Dia. Terkadang bagi saya istilah silent is golden menjadi ideologi yang sudah terpatri kokoh didalam diri.
 
NO TIME FOR LOVE  
Kesibukan kuliah ditambah tugas yang menumpuk membuat urusan cinta terabaikan. belum lagi kerja part time sehabis kuliah membuat saya berfikir ulang untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis, Kadang saya berfikir apakah orang-orang yang pacaran di usia yang masih muda tidak punya hal yang lebih penting ketimbang pacaran, pergi kesana-kemari menghambur-hamburkan uang kiriman orang tua. Saya berfikir kenapa harus pacaran dimana ada hal yang lebih penting dari itu ?. Waktu lima jam untuk ngedate bisa kita manfaatkan untuk bekerja, dan dari bekerja kita mendapat uang,  itu akan lebih bermanfaat ketimbang mengumbar kemesraan yang bisa berujung "malapetaka". Mungkin ini hanyalah sebetas pemikiran sentimen saya yang masih jomblo tapi jika melihat gaya pacaran anak muda jaman sekarang mungkin menjomblo adalah hal yang lebih baik !.

Mungkin itulah 3 alasan pokok kenapa jomblo adalah suatu pilihan hidup. Saya percaya ketika waktunya tepat pasti Tuhan akan mengirimkan jodoh yang tepat untuk kita. Pacaran di usia muda sah-sah saja jika dilakukan denggan cara yang sehat. Jadikan pacaran sebagai motivasi untuk lebih berprestasi, tapi jika pacaran malah membuat kita terjerumus kedalam "lembah hitam" maka jomblo adalah lebih baik ketimbang pacaran. Gunakan waktu muda mu untuk mencari pengalaman hidup, bekerja, belajar mandiri dan lepas dari orang tua akan bisa menempa mental kita menjadi manusia baja (men of steel). Maka berbanggalah wahai para jombloers di muka bumi ini, menyadur perkataan bung karno :
BERIKAN SAYA SEPULUH ORANG JOMBLO AKAN KU TAKLUKKAN DUNIA INI
Jadikan tittle jomblo di era modern menjadi motivasi kita untuk berkarya dan berprestasi. Jangan jadikan jomblo menjadi aib atau sesuatu yang membuat kita menjadi minder. Jomblo adalah awal dari jodoh yang tepat untuk kita.
Sumber : http://tinyurl.com/3thz5ym
 

Tidak ada komentar: