Selasa, 18 Oktober 2011

Sperma Terlalu Encer Apakah Karena Kebanyakan Onani ?

Dok, saya sudah 1 tahun menikah namun belum dikaruniai anak. Ketika cek, sperma saya ternyata encer. Apakah ada obat atau cara supaya sperma tidak encer? Apakah itu semacam penyakit? Karena dulu saya sering kali onani, saya takut karena hal itu sperma jadi encer dan tidak bisa disembuhkan. Terimakasih 

Jawaban

Tidak ada kaitan antara onani dan sperma encer. Secara kasat mata sperma encer tidak bisa jadi petunjuk jumlah spermatozoa (sel jantan), yang diperlukan untuk membuahi sel betina (ovum) agar terjadi kehamilan.

Dianjurkan Anda memeriksakan cairan sperma di laboratorium klinik untuk analisa sperma yakni: warna sperma, jumlah, motilitas (pergerakan) dan bentuknya.
Karena mani encer tidak dapat ditentukan secara kasat-mata.

Harus dipastikan dengan analisa laboratorium untuk menentukan densitasnya (lebih dari 20.000/ml), motilitasnya (lebih dari 50 persen sel jantan masih gerak dalam 4 jam), sel jantan abnormal harus kurang dari 40 persen dan voluma cairan sperma lebih dari 2 ml tiap ejakulasi. Faktor-faktor tersebut adalah tolok ukur untuk menentukan kesuburan pria.

Yang mempengaruhi densitas sperma antara lain: kadar hormon pria (Testosteron), asupan makanan & minuman yang bergizi seimbang, kebugaran fisik dan adakah penyakit kronis seperti 'kencing manis'. Untuk menentukan obatnya, sebaiknya Anda lakukan analisa sperma terlebih dulu atas petunjuk Dokter Keluarga Anda.

Upaya pencegahan untuk terhindar dari ketidaksuburan antara lain jangan merokok, hindari asap rokok, latihan atau olahraga teratur, makanan yang bergizi seimbang, hindari stres dan bila mengalami stres kelola stres dengan cerdas.

Ciri-ciri air mani yang sehat adalah:

1. Air mani atau semen yang sehat biasanya berwarna putih atau abu-abu, kadang-kadang berwarna kekuningan. Jika air mani berwarna merah muda atau merah itu artinya ada masalah serius yang harus ditanyakan ke dokter karena tandanya mengandung darah yang nantinya bisa didiagnosa dokter.

2. Ketika ejakulasi air mani membentuk cairan yang lengket seperti jelly. Jika terlalu encer dapat menyebabkan masalah kesuburan.

3. Rata-rata volume air mani normal yang dihasilkan pada ejakulasi adalah 2-5 ml (setengah sampai 1 sendok makan ukuran Inggris).

Volume air mani menjadi bermasalah jika kurang dari 1,5 ml yang disebut hypospermia yang membuat ejakulasi menjadi kering. Sementara jika jumlah semen lebih dari 6 ml secara terus-menerus maka kondisinya disebut hyperspermia.

4. Dalam setiap 1 ml air mani seharusnya terdapat ada 20 juta sperma. Atau jumlah sperma minimal untuk pria subur adalah 40 juta sperma dimana 75 persennya harus hidup.

5. Dari jumlah sperma yang hidup tadi, maka 25 persennya harus bisa berenang dengan cepat menuju sel telur. Dan 30 persennya harus berbentuk normal alias sempurna.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

Tidak ada komentar: