Minggu, 14 September 2008

HIDUP BUKAN UNTUK BERSEDIH

Dalam buku Saint Helena, Napoleon Bonaparte berkata :”Saya tidak pernah merasakan 6 hari hidup bahagia dalam hidupku!!”. Khalifah Hisyam bin abdul malik mengatakan: “Aku telah menghitung hari-hari bahagia dalam hidupku. Jumlahnya hanya 13 hari. “Sebelum itu, ayahnya-Abdul Malik pernah mengeluh “Andaikan dulu saya tidak menjabat sebagai Khalifah.” Sa’id bin Al-Musayyib berkata: “Segala puji bagi Allah yang menjadikan mereka menghampiri kami, bukan kami yang menghampiri mereka.”

Ibnu As-Sammak, penasihat Harun Ar-Rasyid, datang menjumpai beliau, Sesaat kemudian Harun-Al-Rasyid kehausan dan meminta seteguk air. Ibnu As-Sammak pun berkata pada beliau :”Andai Anda tidak diperbolehkan minum air ini, wahai Amirul Mukminin, apakah anda bersedia membayarnya dengan setengah kerajaanmu ?” Beliau menjawab:”Ya! Ibnu As-Sammak pun berkata :”Kalau begitu tidak ada untungnya memilki kerajaan, karena harganya tidak sebanding dengan sebelas air”.

Filosof Perancis yang bernama Mountain berkata “Manusia tidak banyak terpengaruh oleh kejadian di sekitarnya, tetapi manusia terpengaruh oleh pikirannya tentang apa yang terjadi di sekitarnya”.

Jangan bersedih, sebab kesedihan dapat membuat anda mencemaskan masa lalu anda, Anda takut menghadapi masa depan, dan menyia-nyiakan hidup anda pada hari ini. Jangan bersedih sebab kesedihan dapat menghancurkan hati, membuat suram wajah, memadamkan semangat ruh, dan membuat harapan menjadi sirna. Jangan bersedih, sebab karena bersedih, musuh kita akan menjadi senang, sahabat menjadi gusar, penghasud menjadi gembira, dan bersedih dapat mengubah kebenaran-kebenaran dalam hidupnya Anda.

Jangan bersedih, karena kesedihan adalah pekerjaan setan; kesedihan adalah keputus asaan dan kemiskinan harus disingkirkan; dan kesedihan adalah penyebab hilangnya harapan dan kegagalan yang membahayakan.

Tidak ada komentar: