Minggu, 07 September 2008

SILATURRAHIM

Diantara pintu-pintu rejeki adalah silaturrahim. Makna “ar-rahim” adalah para kerabat dekat. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:”Ar-Rahim secara umum adalah dimaksudkan untuk para kerabat dekat. Antara mereka terdapat garis nasab(keturunan), baik berhak mewarisi atau tidak dan sebagai mahram atau tidak.” Dan juga diungkap dalam suatu hadis nabi “Siapa yang senang untuk dilapangkan resekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknya ia menyambung (tali) silaturrahim.” (HR Bukhari).

Mnurut pendapat lain, mereka adalah maharahim(para kerabat dekat yang haram dinikai) saja. Pendapat pertama lebih kuat, sebab menurut batasan kedua, anak-anak paman dan anak-anak bibi bukan kerabat dekat karena tidak termasuk yang haram dinikah, padahal tidak demikian.

Silaturrahim, sebagaimana dikatakan oleh Al-Mulla Ali A-Qari adalah kinayah (ungkapan/sindiran) tentang berbuat baik kepada para karib kerabat dekat baik menurut garis keturunan maupun perkawinan, berlemah lembut dan mengasihi mereka serta menjaga keadaan mereka.

Ya, orang yang banyak bersilaturrahim maka pintu rezekinya terbuka. Sebaliknya, orang yang kurang bersilaturrahim otomatis pintu resekinya berkurang atau tertutup. Silaturrahim adalah salah satu inti dari ajaran islam baik ditinjau dari segi keagamaan, hubungan satu sama lain ataupun dari segi ekonomi yang akan memberikan dampak sangat luas. Dalam ilmu komunikasi modern , istilah silaturrahim bermakna membangun jaringan atau networking. Diantara logika bahwa silaturrahim akan menambah rezeki adalah bahwa jika kita rajin bersilaturrahim dengan baik dengan saudara, tetangga, teman dan lain-lain maka dengan sendirinya kita akan memiliki banyak teman dan sahabat..

Tidak ada komentar: