Senin, 15 September 2008

KRISIS KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN

Saya selama ini selalu berbuat yang baik-baik saja, mulai dari SD sampai sekarang ini tidak pernah saya sedikitpun berbuat jahat terhadap sesame manusia, dan bahkan saya sangat menghindari perkataan yang bisa menyinggung sesame manusia. Saya lebih memberikan kesempatan pada orang lain jika ada suatu kesempatan baik dimana saya bisa mengambilnya namun lebih banyak saya mengalah. Saya selalu menghindari amalan-amalan yang melanggar (berdosa) meskipun terkadang saya melakukan karena khilaf (karena saya manusia) yang bisa maklumi oleh orang lain. Setelah saya berumur seperti sekarang. Saya mulai mempertanyakan ibadah saya yang saya lakukan dengan rajain selama ini. Saya selalu berdoa kepada Allah S.W.T namun tidak satupun dari doa saya yang terkabulkan, meskipun saya sudah berjuang mati-matian sesuai dengan kemampuan saya. Malah terkadang saya melihat teman saya yang biasa saja dalam soal beribadah dan berusaha, juga terkadang bebuat yang tidak sesuai dengan aturan, namun doanya selalu terkabulkan. Saya jadi bertanya apakah saya harus meninggalkan ibadah yang rajin saya lakukan agar saya bisa sukses seperti teman-teman saya ? karena saya jadi ragu akan janji Tuhan, selama saya hidup tak satupun doa yang saya panjatkan yang dikabulkan sesuai dengan apa yang saya harapkan.Saya mungkin tidak bersyukur, namun saya merasa sudah menerima segala apa yang diberikan. Selama bulan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, saya tidak pernah melewatkan tarwih di mesjid, shalat subuh di mesjid, namun setelah peristiwa kepergian Ayah saya dan tidak diterimanya S2 saya di perguruan tinggi yang saya idam-idamkan sejak lama, serta rejeki yang saya peroleh hanya pas-pasan untuk hidup saja, padahal saya ini hendak menikah, saya juga belum diketemukan dengan jodoh saya, saya merasa lebih baik pergi berzina, karena pada saat ini sudah ada seorang perempuan yang siap di zinai oleh saya tanpa bayaran apapun, saya menjadi krisis kepercayaan terhadap tuhan, saya tidak lagi melaksanakan tarwih saya lebih memilih tidur dan nonton (padahal bulan ramadhan adalah bulan tempat orang-orang beriman memanen banyak pahala). Meskipun begitu saya tetap melakukan shalat lima waktu dan puasa dan saya rasa itu cukup untuk menjalankan kewajiban saja. karena saya berprinsip bahwa kita ini cuman manusia tidak mungkin bisa berpaling dari Tuhan. Allah maha segala-galanya. Doa yang selama ini selalu saya panjatkan juga sudah jarang saya lakukan karena saya merasa bahwa Tuhan mungkin tidak berkenan dengan doa saya(padahal doa saya itu tidak ada yang melanggar aturanNya). Dan setelah ramadhan ini saya berencana utnuk tidak berdoa lagi dan hendak melakukan zina terhadap perempuan itu sekali saja (meskipun saya sangat tidak ingin berzina). Namun sebagai manusia biasa saya sudah tidak bisa bertahan lagi akan kebutuhan biologis saya ini. Saya berharap mudah-mudahan tuhan memberikan petunjuk sebelum saya melakukan hal ini. Saya hanya ingin menyalurkan kebutuhan biologis ini tanpa memaksa orang lain melakukannya. Jika memang suatu saat saya melakukannya mudah-mudahan Allah emberikan Ampunannya. Saya tidak tahu lagi kemana saya harus meminta pertolongan, karena kepada Allah saya meminta, Allah tidak pernah memperhatikan permintaan saya. Saya akan tetap menyembahMu ya Allah karena engkau adalah Tuhan tempat semua manusia kembali. Saya hanya berharap jika dosa-dosaku banyak nantinya setelah masuk ke neraka saya berharap bisa mencicipi Sorga meskipun itu di emper-emper sorga sekalipun. Maafkan hambaMu yang lemah ini ya Allah, Cuma sampai disini kekuatan Iman yang saya miliki (Ya Allah Engkau pernah berjanji bahwa Engkau memberikan cobaan kepada hambaMu sesuai dengan kekuatannya), Sekarang saya merasa sudah tidak bisa lagi bertahan…. Maafkan hambaMu ya Allah..maafkan hambamu…..

Sebuah artikel krisis kepercayaan yang saya rangkum dapatkan dari sebuah buku yang berjudul “Mengapa terkadang saya merasa Allah tidak Adil ?”

Tidak ada komentar: