Selasa, 23 Desember 2008

Sekolah Makin Tinggi, Selingkuh Makin Rajin

Dari Detik.com
Gambar
Jakarta
Pendidikan tinggi tak menjamin seseorang akan memakai akal sehat dan kepintarannya dalam bertindak. Data menunjukkan perselingkuhan lebih sering dilakukan oleh orang berpendidikan tinggi.

"Dari 51 kasus perselingkuhan yang dilaporkan ke kami selama kurun 2008, 27 pelaku atau 50 persen lebih dilakukan oleh sarjana," kata Ketua LBH APIK (Asosiasi Perempuan untuk Keadilan ), Umi Farida kepada detikcom, Selasa (23/12/2008).

Setelah sarjana, tingkat pendidikan lain yang melakukan selingkuh menurut data LBH APIK adalah 20 lulusan SLTA, 2 lulusan SLTP, dan satu lulusan SD.

Berbeda dengan tingkat pendidikan, perselingkuhan bisa terjadi di seluruh status ekonomi.

"Tetapi perselingkuhan dilakukan oleh semua orang di segala status ekonomi. Baik kaya maupun miskin. Berbeda dengan poligami yang cenderung dilakukan oleh keluarga mapan," tambah Umi lagi.

Perselingkuhan itu lebih banyak menimpa pasangan yang memasuki masa perkawinan 10 hingga 15 tahun.

Bukan hanya perselingkuhan, poligami juga lebih banyak dilakukan oleh orang-orang berpendidikan tinggi. Data yang juga di LBH APIK menunjukkan, dari 36 pasangan poligami yang mereka tangani, 18 pasangan adalah lulusan universitas.(kee/eny)

Tidak ada komentar: