Rabu, 06 Agustus 2008

LIMA AKAR YANG BIKIN PERKASA

Mungkin kejantanan untuk kalangan pria merupakan suatu hal yang sangat penting daripada sebuah mobil marcedes yang termahal. Ramuan libido banyak yang dijual namun tidak semua ramuan tersebut dapat bikin perkasa kita. Banyak ahli menyebut impotensi sebagai kegagalan mencapai atau mempertahankan kemampuan untuk melakukan hubungan seksual secara sempurna. Ada juga yang menyebutnya sebagai gangguan ereksi atau kesukaran penetrasi intim oleh laki-laki pada saat melakukan hubungan suami-istri. Bentuk gejalanya macam-macam, mulai dari yang ringan sampai superberat.

Pengembangan diagnosis yang dilakukan belakangan menunjukkan, 60% lebih gangguan impotensi disebabkan penyakit (organik). Setelah itu, biasanya disusul dengan gangguan mental.

Penyebab utamanya masalah hormonal dan melibatkan semua penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan saraf. Dalam perjalanannya, gangguan terhadap pemhuluh darah itu akhirnya mengganggu juga sistem peredaran darah pada “senjata rahasia” pria.

Ramuan “akar lima” komposisi lima akar itu masing-masing akar alang-alang (Imperata cylindrica), akar pepaya (Carica papaya), akar pinang (Areca catechu), akar kelapa (Cocos nucifera) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) memang menyimpan khasiat antiradang, sebagai tonik, antihipertensi, penguat jantung, perangsang (stimulan), dan penguat lemah syahwat (afrodisiak). Alang-alang termasuk tumbuhan obat dari keluarga rumput-rumputan (Gramineae). Dikenal sebagai ilalang, karena sukanya melanglang liar di kawasan tropis dan subtropis Afrika, sebagian India, Asia Tenggara, Australia, bahkan tersebar luas di Amerika Utara sampai Selatan, dan di daerah panas pada garis lintang 450 derajat di Selandia Baru dan Jepang. Di Filipina, akar alang-alang banyak digunakan untuk mengobati disentri. Sedangkan di Malaysia dimanfaatkan sebagai obat diare dan penyakit kelamin gonorrhoea. Di Papua dan Papua New Guinea, digunakan sebagai pembersih darah, obat ginjal, dan penghilang gangguan kandung kencing. Di Brunei, rebusannya dipercaya dapat menurunkan demam (febrifuga). Matsunaga dan kawan-kawan dalam Journal of Natural Products (1995) menyatakan, akar alang-alang mengandung senyawa eter biphenyl jenis cylindol A dan B. Senyawa cylindol A memperlihatkan aktivitas antiradang. Ada juga senyawa imperanene yang dapat mencegah pembekuan darah dalam pembuluh darah kelinci. Serta cylindrene dan graminone B yang berpengaruh mencegah penyempitan pembuluh nadi.

ramuan yang terdiri atas campuran: 1 genggam akar alang-alang, 1 genggam akar pepaya, 1 genggam akar pinang, 1 genggam akar kelapa hijau, dan 1 jempol rimpang jahe.

Setelah dicuci bersih, akar-akar itu direbus dalam kendi tanah liat berisi air sebanyak empat gelas atau 1 liter. Rebus sampai air tinggal setengahnya. Tambahkan gula aren atau madu secukupnya, kemudian minum dua kali sehari. Silahkan mencoba semoga berhasil……..

Tidak ada komentar: