Sabtu, 31 Mei 2008

Rokok Hampir Membunuhku

Sabtu, 31 Mei 2008 | 14:59 WIB

"TUJUH bulan yang lalu saya hampir mati gara-gara rokok karena paru-paru saya berasap, kata dokter. Saya pun sering batuk darah," ujar Wahyu Rozi (18) yang terlihat sedih ketika menceritakan pengalamannya kepada Kompas.com dalam aksi damai Tolak Iklan dan Promosi Rokok bersama Komnas Perlindungan Anak di Bundaran HI jakarta, Sabtu (31/5).

Laki-laki yang mulai merokok sejak 4 tahun lalu ini mengaku menyesal karena nasihat ibunya agar dia berhenti merokok tidak pernah ia dengarkan. Ia lebih memilih mendengarkan teman-temannya yang sudah terbiasa merokok di daerah rumahnya, Muara Angke Jakarta Utara. "Temen-temen merokok semua, kalau saya tidak ikut-ikutan saya dijauhi, dimusuhi, dan dibilang banci," ujar Wahyu.

Penyakitnya dimulai sekitar bulan Februari 2007 lalu. Ia merasa sering sesak napas dan batuk-batuk. Karena semakin parah, ibunya membawanya ke rumah sakit. "Setelah di-rontgen ternyata paru-paru saya yang sebelah kiri berwarna putih, kata dokter itu asap rokok Mbak akibat saya terlalu banyak merokok. Saya kaget, takut, sedih, nyesel, yang ada di pikiran saya hanya ingin meminta maaf kepada ibu karena tidak pernah mendengar nasihatnya," ungkap Wahyu.

Anak pertama dari pasangan Asep dan Iis yang tinggal di Blok Eceng Empang, Muara Angke, ini merasa sudah hampir terbunuh karena penyakitnya. "Waktu itu saya udah mikir mau mati aja Mbak, setiap hari selama 8 bulan saya kalau habis makan dan minum obat selalu muntah, sampai berat badan saya yang biasanya 50 kilogram sampai turun menjadi 27 kilogram. Badan saya benar-benar habis," kenangnya.

Setelah beberapa bulan berlalu, kesehatannya membaik. "Kata dokter saya harus banyak-banyak minum air putih, makan teratur, dan yang pasti tidak boleh merokok lagi," ujarnya. Wahyu bersumpah tidak akan merokok lagi, "Saya sumpah nggak akan ngerokok lagi Mbak, kalau liat teman merokok saya ceritakan penyakit saya. Alhamdulillah bapak dan teman-teman saya jadi ikut-ikutan mengurangi merokok," tuturnya.(C5-08)

Tidak ada komentar: