Senin, 02 Juni 2008

Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Malaysia-Vietnam

JAKARTA -- Jumlah penduduk Indonesia yang secara rutin minum susu ternyata masih tergolong rendah. Data yang dirilis FAO (Food and Agriculture Organization) menunjukkan, pada tahun 2007, angka per kapita konsumsi susu Indonesia hanya berada di level 9 liter perkapita per tahun.

Jumlah ini berarti tidak sampai separo dari angka konsumsi susu di Malaysia yang mencapai 25,4 liter per tahun. Angka konsumsi tersebut juga masih di bawah negara tetangga lainnya, yakni Vietnam yang mencapai 10,7 liter per kapita per tahun. Padahal, susu alami memiliki khasiat meningkatkan pertumbuhan kesehatan, baik secara fisik maupun mental pada anak dan mencegah kerapuhan tulang bagi orang dewasa.

Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari mengatakan, manfaat susu luar biasa bagi tubuh. "Susu sangat dibutuhkan bagi tubuh sejak bayi baru lahir, berupa ASI hingga berusia 2 tahun. Setelah berusia 2 tahun hingga akhir hayat, susu dapat diperoleh dari sapi perah," ujarnya dalam peringkat Hari Susu Sedunia di Jakarta kemarin (1/6).

Untuk mendorong kesadaran minum susu ini, perayaan hari Susu Sedunia dirintis oleh Badan Pangan dan Pertanian PBB, FAO pada 2001. Di Indonesia, perayaan ini mulai diprakarsai Tetra Pak Indonesia sejak empat tahun lalu.

Selebrasi ini didukung oleh berbagai departemen pemerintahan di antaranya Departemen Pertanian, Departemen Kesehatan, Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, Dewan Persusuan Nasional, Gabungan Koperasi Susu Indonesia, Kelompok Peternak Sapi Perah Indonesia, dan Industri pengolah susu.

Siti menambahkan beragam manfaat yang dimiliki susu. "Dengan rajin minum susu, serta didukung asupan gizi yang seimbang, badan menjadi sehat dan kuat, sehingga masyarakat Indonesia pun tidak mudah sakit," jelasnya.

Sementara Menteri Pertanian Anton Priantono melihat rendahnya komsumsi susu masyarakat Indonesia disebabkan berbagai bahan dasar industri susu masih impor. Hal ini berdampak pada mahalnya harga jual produk-produk susu.

"Kondisi tersebut tentunya kurang menguntungkan bagi peternak sapi perah lokal. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi susu harus dilakukan, sehingga industri susu mau melakukan investasi ke Indonesia dan bahan dasarnya tidak perlu impor lagi," jelasnya.

Berbagai even digelar untuk mengampanyekan hari susu Sedunia tersebut. Di antaranya Kejuaraan Nasional Bulutangkis Usia Dini Tetra Pak Open, kemudian Pameran Susu dan Bulutangkis di Mall Taman Anggrek Jakarta, serta lomba karya tulis dan kreativitas anak serta seminar PKK nasional.

Acara tersebut dihadiri Meneg Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. Dalam kesempatan tersebut, Menpora juga merespons positif upaya untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik masyarakat Indonesia. (iw/nw)

Sumber :http://fajar.co.id

1 komentar:

steel mengatakan...

"Untuk mendorong kesadaran minum susu ini, perayaan hari Susu Sedunia dirintis oleh Badan Pangan dan Pertanian PBB, FAO pada 2001. Di Indonesia, perayaan ini mulai diprakarsai Tetra Pak Indonesia sejak empat tahun lalu."

itu diposting tahun 2002.. jadi mksdnya Tetra Pak nya itu memprakarsai sejak 1998?