Rabu, 04 Juni 2008

Nasib ABG kita di masa Datang

Sudah hampir setahun sebuah bangunan semacam pos ronda di bangun di dekat rumah saya, pos ini dibuat sebagai tempat duduk atau ngumpul di sore hari atau pada saat tidak ada pekerjaan dan bersilaturahmi dengan para tetangga dan para ABG di kompleks.
Mulanya pos ini di gunakan untuk berbincang-bincang, bersenda gurau. Akupun kadang turut nimbrung di sana. Pertamanya saya merasa senang akan adanya pos itu yang saya artikan bahwa kompleks saya menjadi agak ramai di sore hari.
Namun setelah berselang dua bulan fungsinya sudah mulai bergeser, dulunya digunakan oleh para tetangga untuk berbincang-bincang di sore hari sedikit demi sedikit hal itu terkikis namun hal itu digantikan oleh para anak muda ABG yang nongkrong di sana mulai dari jam 7 malam sampai jam 5 subuh. Tentu hal seperti ini sangat memperihatinkan karena berlangsung setiap malam dan parahnya lagi para ABG tersebut bermain domino, minum-minuman keras, bernyanyi keras pada jam-jam dimana orang-orang tertidur lelap.
Pada bulan ke tiga saya mulai merasa terganggu apalagi pada saat itu orang tua terbaring sakit di rumah tidak bisa tidur, jadi saya menegur para ABG tersebut sekitar jam 2.30 tengah malam dengan sopan. Pada malam itu para ABG itu menghentikan kegiatannya.
Tapi setelah sekitar 4 minggu kegiatan mereka dilakukan kembali, dan bahkan pernah satu malam mereka berkelahi karena habis minum minuman keras, hal itu berlangsung sekitar jam 3 malam, dan hampir mereka saling bunuh. Kegiatan mereka terhenti lagi namun setelah sebulan kembali lagi melakukan kegiatan mereka.
Saya terkadang bertanya dalam hati, kalau ABG kita seperti ini akan bangsa kita maju ? kok para orang tua mereka tidak memperhatikan mereka dan bahkan mereka mendukung anak ABG tersebut, (kebiasaan orang tua laki-laki di kompleks adalah bermain domino setiap hari mulai dari jam 7 malam sampai subuh).
Kalau di luar negeri ABG begadang karena mempelajari ilmu atau mengembangkan ilmu sedangkan ABG kita begadang hanya bersenang-senang, berteriak, bermain domino serta minum-minuman keras sampai pagi menjelang, mereka punya motto kalau tidak seperti itu tidak gaul katanya. Gaul ? ternyata para ABG kita sudah salah tafsir tentang kata gaul, mereka mendefenisikan Gaul itu ke arah yang sangat negatif. Nah jika dari ABG tersebut anggaplah menjadi pejabat maka jangan heran para pejabat kita sering koruptor, santai dalam membahas masalah rakyat, dan tidak pernah menepati janjinya pada saat sudah menjadi pejabat. Yang bisa dilakukan adalah berdoa kepada Allah agar para ABG itu diberikan kesadaran. Meskipun begitu saya berpikir positif saja bahwa dengan adanya ABG itu maka tidak perlu lagi membayar satpam untuk roda malam karena sudah ada para ABG itu yang begadang sebagai peronda malam kompleks. ( Jam 1 Malam Makassar)

Tidak ada komentar: