Rabu, 30 Juni 2010

Dokter: Seks Bebas Karena Orang Kurang Kerjaan

img
Jakarta, Perilaku seks bebas di tanah air terus menunjukkan peningkatan. Komisi Penanggulangan AIDS pun dibuat cemas karena perilaku seks bebas yang rawan menularkan penyakit termasuk HIV.

Tidak bisa dipungkiri, banyak generasi muda mulai terjerumus ke dalam perilaku tersebut saat menganggur.
Sekretaris Eksekutif dari Komisi Penanggulangan AIDS, Dr Nafsiah Mboi, MPH mengatakan sebagian besar remaja memulai seks dengan kondisi tidak ada kegiatan.

Dimulai dari rasa ingin tahu yang tiba-tiba muncul, kemudian iseng mencobanya. "Menurut peneltian, sebagian remaja memulai seks karena mereka menganggur, kemudian iseng," ungkap Dr Naf dalam jumpa pers di Komisi Penanggulangan AIDS, Jakarta, Rabu (30/6/2010.

Menurutnya, jika remaja banyak mengisi waktunya dengan kegiatan positif maka pikiran untuk melakukan seks bebas bisa diminimalkan. Menekuni hobi dan kegiatan lain yang positif bisa menghindarkan remaja dari perilaku seks bebas.

Dr Naf tidak menganjurkan pendidikan seks dipaksakan ketika seorang remaja masih menekuni sesuatu. Sebab selama anak tersebut aktif, maka kecil kemungkinannya untuk memikirkan seks.

"Kalau anak punya hobi, biarkan saja, semua ada masanya kok. Jangan dulu ngomong seks atau mikir seks," tambahnya.

Oleh karena itu untuk mencegah seks bebas, ia menganjurkan anak remaja untuk menekuni hobinya. Menurutnya, semua pihak harus memberi kesempatan bagi generasi muda untuk banyak berolahraga, berkreativitas dan melakukan kegiatan positif lainnya.

Seks bebas menimbulkan sedikitnya 10 penyakit seperti:

1. Herpes Genital
2. Sifilis (Penyakit Raja Singa)
3. Gonore (Kencing Nanah)
4. Klamidia
5. Jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart)
6. Hepatitis B
7. Kanker prostat
8. Kanker Serviks (leher rahim)
9. HIV/AIDS
10. Trichomoniasis

Sangat penting mengetahui bahwa hubungan seksual bukan hanya sekedar hubungan intim. Kontak seksual seperti ciuman, oral seks dan penggunaan alat bantu seks seperti vibrator juga berisiko menularkan virus.

Satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran dan tidak mendapatkan penyakit itu adalah dengan berhubungan seks saat waktunya dengan satu pasangan. Penggunaan kondom memang bisa mencegah penyakit HIV dan gonorrhea, tapi kurang efektif mencegah herpes, trichomoniasis, chlamydia dan HPV.

Dalam kesempatan itu ia juga memperkenalkan sexxie.tv, sebuah situs internet bertujuan untuk memberi pendidikan seks pada remaja. Dalam situs tersebut, remaja dapat melakukan chatting langsung dengan para pakar maupun mengikuti seminar online yang disebut webminar.

Situs interaktif tersebut digagas oleh Dr Wei Siang Yu, dokter asal Singapura yang juga menciptakan program TV edutainment Love Airways. Saat ini sudah ada 6 dokter terlibat dalam proyek tersebut, dan tersebar di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Filipina.
(up/ir)

Tidak ada komentar: