Rabu, 09 Juli 2008

Kapan Anda merasa sukses?

Kesuksesan mungkin menurut anda ada yang mudah diraih dan ada juga yang berpendapat sangat susah untuk di raih, Nah sekarang silahkan simak article berikut yang saya ambil dari Sepia semoga bermanfaat yah ? selamat menikmati...

Anda pernah merasa sukses? Kapan Anda merasa sukses?

Saya merasa sering sukses. Sukses sekolah, artinya naik kelas walau belum tentu juara kelas. Sukses menikah, sukses jalan-jalan wisata, sukses makan, bahkan sukses menambah berat badan.

Jadi apa itu sukses? Sukses adalah berhasil meraih apa yang kita inginkan. Kalau sesuatu itu tidak kita inginkan, maka belum layak disebut sukses. Misalnya Anda inginnya roti, dapatnya intan. Ya mungkin tidak sukses, karena misalnya Anda terdampar di pulau terpencil di tengah samudera, Anda butuh roti bukan intan. Jadi ada sesuatu yang diinginkan dan ada suatu pencapaian.

Lalu mengapa orang masih sibuk mencari sukses? Training-training sukses bertebaran, seminar sukses diselenggarakan, dan buku-buku tentang sukses terus ditulis? Pertama, karena setiap manusia secara fitrahnya akan terus mempunyai keinginan. Keinginan adalah sesuatu yang wajar, baik, bahkan dianjurkan. Saat keinginan belum tercapai maka seseorang memang belum sukses. Alasan kedua adalah karena tidak tahu. Boleh jadi seseorang sebenarnya sudah sering sukses, namun dia tidak tahu bahwa sesuatu yang telah dicapainya itu sesungguhnya amat bernilai. Dia merasa tidak sukses karena menganggap bahwa yang dia dapat tidaklah bernilai. Justru orang lainlah yang melihat dia sudah sukses. Jadi, sebab pertama adalah karena belum mencapai sesuatu, sebab kedua adalah karena tidak tahu bahwa sesuatu yang telah dicapai sebenarnya bernilai.

Kita menginginkan sesuatu karena menurut kita sesuatu itu bernilai (valuable). Yang luput dari sebagian besar orang adalah bahwa sukses yang dikejar semestinya seimbang dalam berbagai bidang karena ada banyak hal bernilai dalam kehidupan ini. Brian Tracy, seorang pakar pengembangan diri, dalam bukunya Focal Point merumuskan 7 bidang yang bernilai bagi manusia, yaitu :

    1.Bisnis dan karir
    2.Keluarga
    3.Uang dan investasi
    4.Kesehatan
    5.Pengembangan Diri
    6.Sosial
    7.Spiritual

Jika kita perhatikan maka dimensi pribadi, orang terdekat, umat manusia, dan alam semesta bisa tercakup dalam 7 bidang tersebut. Misalnya dalam bidang keluarga, seseorang dapat memiliki banyak peran. Misalnya seorang yang lelaki yang sudah berkeluarga, maka peran dia adalah seorang suami, sekaligus ayah, sekaligus anak (apabila orang tuanya masih ada). Maka dia semestinya menjadi suami yang baik, ayah yang baik, sekaligus anak yang baik (dengan terus berbakti dan sering menyapa orang tuanya). Akan menjadi pincang kalau dia menjadi suami yang baik ke istrinya, tapi kasar kepada anak, dan lupa pula melayani orang tuanya.

Yang paling sering terjadi adalah orang menganggap sukses hanya ada di karir dan uang. Sehingga sering terjadi karirnya memang sukses, uangnya banyak, namun keluarganya berantakan, istrinya selingkuh, anaknya narkoba. Dia sendiripun badannya sakit-sakitan karena kerja keras tanpa istirahat yang cukup. Ujung akhirnya hanyalah tragedi dimana sesorang kehilangan kebahagiaan. Ini dikarenakan salah memandang sukses secara parsial. Stephen Covey, penulis 7 Habits of Highly Effective People, menyatakan bahwa orang yang sukses di karir namun gagal dalam berkeluarga, patut dipertanyakan karakternya. Mungkin dia tidak tulus di dunia karir, karena menurut Covey karakter seseorang akan dibawa ke bidang apapun yang dijalaninya. Sukses harus seimbang di berbagai bidang. Karena itulah berhasil menikmati makan pun bisa disebut sukses dari sudut pandang kesehatan fisik dan jiwa (kecuali kegiatan makan tidak Anda pandang bernilai, sehingga tidak diinginkan). Berapa banyak orang yang tidak mampu makan karena menderita sakit di tenggorokan, lalu akhirnya harus pakai selang ke lambung? Kesehatan sangatlah mahal nilainya, karena itu menjadi sehat adalah suatu sukses yang luar biasa. Selain itu berapa banyak pula orang berkelimpahan makanan namun tidak menikmatinya? Karena pikirannya terlalu sibuk dengan banyak hal maka dia lupa menikmati kelezatan makanan itu. Jika demikian maka orang tersebut gagal menikmati makan. Mungkin Anda berpikir bahwa makan bukan sesuatu yang bernilai, tapi ada lho orang yang belum tentu hari ini bisa makan kenyang.

Kapan Anda merasa sukses? Setiap saat kita bisa merasa dan menikmati sukses, baik yang besar maupun yang kecil. Memberi selamat kepada diri sendiri atas apa yang sudah dicapai merupakan perwujudan rasa syukur. Hal ini menanamkan kepada alam bawah sadar bahwa kita adalah insan yang sukses. Dengan sering memberi selamat kepada diri sendiri, kita menjadi semakin percaya diri dan lebih bahagia.

Lebih jauh bila kita tinjau secara spiritual, maka sukses sejati adalah terpenuhinya tugas kita sebagai manusia. Apa tugas kita sebagai manusia, saya kembalikan kepada diri masing-masing. Kabarnya, intuisi kita mampu mengenali tugas unik yang kita emban di dunia ini. Anda tentu yang bisa merasakannya sendiri. Bagi saya pribadi, sukses bisa disimpulkan menjadi satu hal : khusnul khotimah (akhir yang baik). Artinya kita kembali kepada-Nya dalam keadaan yang terbaik sebagai manusia.

Tidak ada komentar: