Jumat, 04 Juli 2008

MAKANAN KADALUARSA

Sangat riskan kita mendengar, sebuah daerah di Indonesia tepatnya di pulau jawa mengkomsumsi makanan yang seharusnya sudah dibuang. Peristiwa ini terjadi di banten Jawa Barat, ada sebuah pasar yang sengaja menjajakkan barang dagangan makanan kadaluarsa. Makanan kadaluarsa tersebut di beli oleh masyarakat. Mengapa hal ini bisa terjadi ? apakah masyarakat sudah tidak mampu membeli makanan yang bukan makanan kadaluarsa ? ternyata dari survei yang dilakukan ternyata benar semenjak kenaikan BBM, gas, Minyak Tanah serta kenaikan barang-barang yang lain membuat masyarakat membeli makanan kadaluarsa ini. Kekurangan ekonomi yang mendera rakyat membuat masyarakat berani menanggung resiko sakit bahkan kematian demi mengisi perutnya untuk melanjutkan hidup.
Gambaran diatas menunjukkan bahwa pemerintah seolah-olah tidak memperhatikan nasib rakyat kecil. Para anggota dewan perwakilan rakyat terkesan hanya mengatanamakan rakyat demi duduk di kursi DPR, setelah menjadi anggota DPR maka segala janji itu akan dilupakan dan bahkan mereka sibuk dengan apa yang harus dikerjakan untuk mengeruk keuntungan dari kolusi antara pengusaha dengan pemerintah sehingga menimbulkan Korupsi di pemerintah dan DPR. Sebagai masyarakat biasa saya sudah sangat prihatin dengan keadaan seperti ini, mau mengadukan ke DPR ternyata DPR merupakan salah satu dalangnya, mau mengadu ke Pengadilan ternyata orang pengadilan lebih banyak korupsinya, mau mengaduh ke POLISI ternyata polisi juga menjadi preman di jalanan dengan memanfaatkan aturan lalu lintas untuk memeras masyarakat dengan menilangnya dengan aturan damai dengan memberikan uang pada polisi agar tyidak di tilang, mau mengadu ke KPK ternyata KPK pun tidak bisa berbuat banyak karena adanya pembatasan oleh UUD yang dibuat DPR yang berguna untuk melindungi DPR dari pemeriksaan KPK dan bahkan KPK akan dibubarkan oleh DPR.
Inilah sekelumit gambaran negeri ini, semua orang yang mempunyai jabatan seperti seekor elang yang siap menyantap mangsanya. Oleh sebab itu sebagai masyarakat lebih baik menjadi Golput dari pada mempergunakan hak plih, karena tidak ada figur yang bisa di percaya dalam pemerintahan dan jika memang berani maka masyarakat perlu mengadakan revolusi di segala bidang. Sekian dan terima kasih.

Tidak ada komentar: