Jumat, 11 Juli 2008

Khasiat Bawang Putih I

Mungkin anda akan menghindar jika seseorang memakan bawang putih mentah. Kenapa demikian karena memang bau dari bawang putih itu tidak enak, namun dari semua itu bawang putih sangat bermanfaat untuk kesehatan. Silahkan menyimak artikel berikut :

Bawang putih memang tak sekadar penambah aroma dan rasa masakan untuk membangkitkan selera. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai panasea berbagai penyakit. Itu sudah diketahui sejak berabad-abad silam. Sebuah papyrus di Mesir bertarikh 1500 SM ditemukan berisi 22 khasiat Allium sativum untuk mengobati penyakit. Tak heran Raja Tutankhamun dari Mesir memanfaatkannya untuk stamina dan mencegah penyakit.

Di Romawi dan Yunani umbi bawang digunakan sebagai obat lepra dan asma. Sedangkan orang Lebanon memanfaatkannya untuk diet. Pada 1858, Louis Pasteur ahli mikrobiologi menggunakan kerabat bunga lili itu sebagai desinfektan pembersih luka terbuka serta mencegah gangrene.

Antikolesterol

Khasiat bawang putih dibuktikan secara ilmiah oleh Divisi Kardiologi, California University dan Western Medical Center, Amerika Serikat. Mereka menguji 40 pasien hiperkolesterol berusia 40 -75 tahun. Empat minggu sebelumnya seluruh pasien diberikan plasebo, tablet berisi serat biasa sebagai pembanding. Setelah itu mereka diberi asupan ekstrak bawang putih selama 4 minggu dengan dosis suplemen yang biasa dikonsumsi pasien.

Hasil penelitian menunjukkan herbal berbahan bawang putih menurunkan 11% kolesterol, 10% LDL, 34% trigliserida, dan tanpa efek apa pun terhadap nilai HDL. Sedangkan plasebo hanya berefek menurunkan LDL dan trigliserida pada 10 pasien. Khasiat itu juga dibuktikan oleh Siti Aisyah yang mengidap kolesterol tinggi.

Sewindu lamanya Siti mesti bolak-balik ke rumahsakit. Kolesterol perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, itu amat tinggi, mencapai 284 mg/dl. Padahal, ambang batas kolesterol hanya 200 mg/dl. Kolesterol itulah penyebab stroke berkali-kali. Obat-obatan yang diresepkan tak kunjung menyelesaikan masalah. Sebaliknya ia malah cepat lelah, sering nyeri ulu hati, dan kram. Itu sebabnya ia beralih ke suplemen berbahan bawang putih. Sebulan berselang, kolesterolnya turun 45 angka. Sedangkan Low Density Lipoprotein (LDL)turun 65 angka dari 183 mg/dl, dan trigliserida turun 106 angka dari 195 mg/dl.

Bawang putih memiliki zat antipenggumpal darah, sehingga ia berkhasiat antikolesterol, kata dr Danny Kasim, ahli nutrisi di Jakarta. Hal itu sejalan dengan penelitian Dr Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang. Hasil penelitiannya, bawang putih membantu menurunkan kadar kolesterol karena memiliki ajoene, zat antikolesterol untuk mencegah penggumpalan darah. Bersambung……

Tidak ada komentar: