Jumat, 11 Juli 2008

Protes Terhadap Tuhan

Banyak orang yang memiliki jeritan hati yang ditumpahkan melalui lisan, tuisan maupun perbuatan atau tetap sekedar jeritan hati ketika menghadapi persoalan hidup. Jatuh bangun menapaki kehidupan telah menyisakan adanya persoalan mendasar antara seorang dengan Tuhannya.

Terekam jelas dalam benak saya gambaran seorang ayah yang menghadapi saat-saat datangnya kematian anaknya yang tercinta dan bagaimana jeritan hatinya di tumpahkan dan memohon belas kasih Allah demi memanjangkan umur putranya. Terbanyang istri dikhianati oleh suaminya, seorang suami dainggap benalu oleh istrinya; seseorang yang tidak bisa melihat orang lain bahagia; seseorang yang terus menerus menyalahkan keadaan tanpa melihat kelemahan dan kekurangan dirinya dan sebagainya. Tidak sedikit orang yang mengalami hal demikian. Dan mereka melampiaskan kekecewaan/kegundahan hatinya dengan cara yang salah. Dan, yang sangat menghenyakkan kesadaran saya, ternyata selama ini tidak sedikit dari kita, sebagai seorang yang mengaku muslim, demi menghadapi tekanan hidup dan mengalami jalan buntu sehingga melampiaskan kekesalan dengan cara meragukan keadilan Tuhan dan mengucapkan “Setelah selama ini saya berusaha beribadah dengan baik kepada Allah, ternyata saya tidak mendapatkan apa-apa dari beribadah yang telah saya lakukan. Lebih baik saya tidak melakukannya saja”. Dan juga ucapan “Ya allah…,di mana diri Mu saat aku membutuhkanMu ? Setelah kucintai engkau, Kau membiarkan diriku tak berdaya seperti ini ? Bukankah bebanku sudah menumpuk, ya Allah ? lalu, kenapa Engkau semakin menambah beban yang aku sandang ? protes terhadap Tuhan.

Dari ucapan-ucapan diatas menunjukkan bahwa terjadinya ketakberdayaan yang sebagian dari kaum pandai menyebutnya sebagai krisis kepercayaan, krisis spiritual. Bentuk atau perwujudan berupa ketidakberdayaan dalam mengelola kehidupan sehari-hari, dimana baik langsung maupun tidak langsung, membawa mereka untuk meregukan keadilan Tuhan. Namun saya teringat akan sabda Rasulullah bahwa setiap penyakit itu ada obatnya. Hanya saja terkadang kita sendiri belum tahu atau tidak tahu atau tidak sadar bahwa obat tersebut telah tersedia. Maka berusahalah segigih mungkin untuk menghindari krisis kepercayaan ini, perbanyaklah berzikir dan memebaca alquran, perbanyaklah membaca kisah-kisah orang-orang sukses, Perbanyaklah mengikuti pengajian dan sibukkanlah diri anda dengan kegiatan-kegiatan yang positif, dan jangan membiarkan anda menyediri cukup lama. Semoga berhasil ….Amin.

Tidak ada komentar: