Sabtu, 12 Juli 2008

Meminimalkan Serangan Virus tanpa Anti Virus I

Mengamankan komputer dari anti virus merupakan suatu hal yang sering kita lakukan. Salah satu cara yaitu dengan memasang anti virus. Memasang anti virus adalah jalan yang baik namun jika terdapat virus yang tidak bisa di kenali maka anti virusnya perlu di update, nah klo terhubung ke internet akan mudah tapi klo tidak terhubung ke internet ? bisa berabe dong.
Nah ada tips nih mengamankan komputer tanpa anti virus. Caranya adalah sebagai berikut:
- Ganti Icon
Biasanya virus-virus menyerang file dengan menggunakan icon yang mirip file. Contohya jika kita mencari file akan tidak bisa di bedakan antara file yang doc dengan file virus. Oleh karena itu kita sering terkecoh dengan hal tersebut. Makanya ikon file word diganti aja, hal ini berlaku untuk file-file lain.
Pertanyaan sekarang bagaimana mengganti ikon (bagi yang belum tahu yah ?)
Masuklah “Explorer-Tools-Folder Options...” atau dapat melalui “Control Panel – Folder Options”
Lalu masuklah ke tab “File Types” trus di kolom bawahnya itu kamu dapat melihat semua jenis exstensi file dan icon-iconnya. Untuk mengganti icon pilih salah satu ekstensi file yang mau diganti, misalnya ekstensi *.doc dan *.rtf, keduanya adalah file word dokumen yang sering ditiru virus, maka saran saya sebaiknya diganti saja keduanya satu persatu.
Click tombol “Advanced”, lalu click “Change Icon...” pilih atau cari file icon melalui tombol “Browse...” yang berekstensi *.ico, *.icl, *.exe, dan *.dll yang mengandung icon sesuai selera anda, setelah itu click “OK” lalu “Close”.
Ulangi langkah2 diatas untuk file: *.rtf, Folder dan File Folder karena file inilah yang paling sering dijiplak virus. Khusus untuk Icon Folder kadang kurang efektif apabila digantinya lewat cara diatas, jadi saran saya instal-lah suatu Software yang dapat merubah tampilan bentuk icon folder seperti: iColor Folder, Pack Vista Inspirat, StyleXP, TuneUp Utilities, dan masih banyak lagi software sejenis yang lainnya,

- Merename “msvbvm60.dll”
Apa alasannya sehingga file di atas harus direname ? karena fakta menyatakan bahwa Sekitar 85% virus di Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri menggunakan bahasa pemrograman “Visual Basic”. Sedangkan Program atau virus yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic untuk dapat berjalan di Sistem Operasi Windows akan selalu membutuhkan suatu file modul yang bernama “msvbvm60.dll” yang letaknya di direktori “C:\WINDOWS\system32\”. Jadi apabila file tersebut tidak ada, maka dari ke 85% virus dari Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri tersebut tidak akan bisa berjalan, akan tetapi resikonya adalah apabila ada aplikasi yang bukan virus yang juga dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic juga akan lumpuh di komputer tersebut. Jadi maksud saya adalah sebaiknya file msvbvm60.dll direname saja, dan apabila ada applikasi bukan virus yang akan anda jalankan error maka rename kembali file msvbvm60.dll dan setelah selesai rename lagi dengan nama lain. Jangan berfikir hal ini merepotkan, sebab saat ini jarang sekali ada aplikasi resmi yang masih menggunakan bahasa pemrograman visual basic. Bersambung…….....

Tidak ada komentar: